Mengenal Kata-Kata Baru Sambil Bermain Tutup Botol

Sejak tahun 2018, INOVASI melalui program kemitraan dan hibah bekerja sama dengan berbagai LSM, LPTK, Organisasi Masyarakat dan Organisasi Pendidikan untuk mengimplementasikan program-program peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di kelas awal. Di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, INOVASI bekerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) dengan fokus pada peningkatan kualitas pengajaran literasi bagi guru SD/MI dan revitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Berikut ini adalah kisah pengalaman salah satu guru kelas 2 SD Swasta Katolik Henricus Leven yang merupakan salah satu peserta program yang diimplementasikan INOVASI bersama UBT.


Oleh Irawati, Guru Kelas 2 SD Swasta Katolik Henricus Leven, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara

Saya mendapatkan pelatihan literasi kelas awal dari Universitas Borneo Tarakan (UBT). Melalui pelatihan ini, saya semakin mengetahui cara mengajarkan membaca kepada siswa kelas awal dengan menyenangkan. Cara itu saya praktikkan di sekolah saya.

Hari itu saya mengajarkan kompetensi dasar Menceritakan Kembali Cerita Anak Yang Didengarkan Dengan Menggunakan Kata-Kata Sendiri. Saya membacakan cerita berjudul Semut Yang Pemberani. Isi cerita ini berhubungan dengan tumbuhan dan hewan. Cerita ini saya bacakan kepada siswa. Saya minta mereka menyimak cerita itu baik-baik.

Setelah saya membacakan cerita, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang isi cerita. Siswa-siswa merespon pertanyaan saya dengan baik. Saya cukup senang dengan itu.

Setelah mereka selesai menjawab pertanyaan, saya minta siswa menyampaikan pesan dari cerita yang saya bacakan. Awalnya saya minta siswa tunjuk tangan. Siapa yang duluan tunjuk tangan, dia dapat kesempatan pertama. Saya ingin menantang keberanian siswa-siswa saya. Ada beberapa siswa yang berani tunjuk tangan.

Tentu siswa-siswa mendapatkan kata-kata baru setelah mereka mendengarka cerita. Nah agar pemainan makin seru, saya meminta mereka menyusun kata-kata baru tadi dengan menggunakan tutup botol. Tutup botol itu sudah ditempel dengan huruf. Satu tutup botol satu huruf. Misalnya tangan, maka mereka harus mencari 6 tutup botol. Siswa pun bekerja dalam kelompok.

Setelah selesai, saya minta siswa membacakan kata-kata yang mereka susun. Mereka harus membunyikan kata-kata itu dengan tepat. Jika siswa mengerjakan instruksi saya dengan benar, saya beri tepuk tangan. Tapi kalau belum benar, maka saya akan membantunya memperbaiki.

Setelah siswa berhasil mengerjakan tugas secara berkelompok, maka saya minta mereka menulis kata-kata itu di papan tulis. Masing-masing kelompok mengutus perwakilannya. Siswa-siswa berlomba menuliskan dengan benar. Mereka saya berikan tepuk tangan.

Berikutnya kami masuk ke tugas individu. Siswa saya minta menuliskan kembali sebanyak mungkin katakata baru yang ia dengar. Mereka menulisnya di buku masing-masing. Saya senang sekali siswa bisa melakukan tugas ini dengan baik. Pembelajaran pun kami tutup dengan gembira.

Mengenal Kata-Kata Baru Sambil Bermain Tutup Botol