Membantu Siswa Kelas Satu SD di Malinau Mengenal dan Menulis Kata, Huruf, dan Angka

Di Bulungan dan Malinau, Kalimantan Utara, INOVASI bekerja sama dengan berbagai mitra LSM dan LPTK dalam mengimplementasikan program peningkatan kualitas pembelajaran literasi bagi guru SD/MI serta merevitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG). Di Kabupaten Malinau, salah satu mitra INOVASI tersebut adalah Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang mengimplementasikan program di 13 sekolah. Ibu Kristina yang berasal dari Flores, NTT merupakan guru yang sudah empat tahun ini mengajar di Malinau. Ia mengajar di kelas 1 SD Katolik Henricus Level. Menurutnya mengajar di kelas 1 penuh tantangan, apalagi ketika di awal tahun ajaran. Tetapi pandangannya pun berubah setelah mendapatkan pelatihan dari program literasi kelas awal yang merupakan kerja sama UBT dan INOVASI. 


Berdasarkan pengalaman saya, mengajar di kelas 1 SD itu penuh tantangan. Terutama ketika di awal-awal tahun ajaran. Tetapi kali ini ada yang berbeda. Di tahun ajaran baru ini saya lebih bersemangat. saya jadi punya banyak ide setelah mendapatkan pelatihan literasi kelas awal dari program kerja sama INOVASI dan FKIP Universitas Borneo Tarakan (UBT). Hari ini contohnya, saya mengajarkan menulis dan berhitung sederhana untuk kelas 1 SD. Dalam skenario pembelajaran, saya rancang kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, dengan menggunakan media pembelajaran seperti kertas dengan garis kotak-kotak, tutup botol, dan kertas berwarna-warni.

Pembelajaran saya buka dengan berdoa dan bernyanyi. Setelah itu saya menulis beberapa kalimat di papan tulis, yaitu:

Pagi yang cerah. Udin berjalan bersama teman. Mereka selalu merawat tubuh.

Mereka menjaga sikap tubuh saat berdiri. Semua berjalan tegap. Menjaga tubuh tetap seimbang.

Setelah saya tulis. Saya bacakan kalimat itu satu per satu. Anak-anak saya minta menyimak. Setelah selesai membacakan, saya mengajak anak membacakan kalimat itu kembali secara bersama-sama. Kami baca kata-kata tersebut satu per satu. Kami membacanya sampai dua kali.

Selanjutnya saya menggunakan kalimat tersebut untuk mengenalkan angka. Saya menggunakan alat bantu kertas kotak-kotak dan tutup botol. Setiap kelompok mendapat satu kertas kotak-kotak dan beberapa tutup botol. Mereka harus bekerja secara berkelompok.

Aturan mainnya sederhana. Saya bacakan kalimat pertama, “Pagi yang cerah.”

Setelah itu saya tanya anak ada berapa kata dalam kalimat itu. Tentu ada jawaban yang benar dan salah yang muncul. Jika anak mengatakan tiga, maka saya akan membenarkan. Setelah itu saya meminta anak mengambil tutup botol sesuai angka yang disebut. Jika ‘kata’ ada tiga, maka tutup botol yang diambil juga tiga. Mereka harus menyusun tutup botol di atas kertas. Anak berlomba antar kelompok mengejarkan tugas ini.

Saya juga memperkenalkan anak cara menulis angka. Saat mereka menyebut angka tiga, maka saya minta salah satu anak menuliskannya di papan tulis. Tapi sebelum menulis ke depan, mereka saya minta menulis dulu pakai ‘teknik menulis di langit’.

Dengan ‘teknik menulis di langit’ saya bisa melihat apakah anak bisa menarik garis sesuai angka yang diminta. Setelah saya lihat mereka menulis dengan benar, barulah mereka menulis di papan tulis.

Kegiatan kami selanjutnya menulis kalimat pendek. Untuk itu saya pakai botol berwarna biru yang saya bawa dari rumah. Di depan kelas saya angkat botol itu tinggi-tinggi lalu mengajukan pertanyaan, “Apa nama benda ini?”

“Botol,” jawab anak.

“Warnanya apa?”

“Biru,” jawab mereka kompak.

Setelah mereka mengenali botol biru, saatnya untuk menuliskan ‘Botol biru’ itu di papan tulis. Untuk kegiatan ini saya pakai empat garis bantu. Penggunaan garis bantu, memudahkan anak menuliskan huruf besar dan kecil.

Tulisan ‘Botol biru’ terdiri dari 9 huruf, maka saya minta beberapa anak maju ke depan secara bergatian.

Satu per satu mereka menulis huruf tersebut. Saya membantu mereka menuliskan huruf itu agar benar. Tapi saya beri mereka kesempatan terlebih dahulu untuk melakukannya. Salah tidak apa, nanti bisa diperbaiki.

Akhirnya kami bisa menuliskan ‘Botol biru’ di papan tulis. Saya pun memberi mereka tepuk tangan.

Saatnya kerja individu. Saya bagikan potongan kertas berwarna. Masing-masing anak dapat satu potong kertas.

Mereka saya minta menulis ulang ‘Botol biru’ di kertas warna itu. Tidak lupa mereka harus menuliskan namanya juga. Kelihatannya mudah ya? Tetapi untuk siswa kelas 1 SD yang baru beberapa bulan masuk sekolah, ini tugas yang tidak gampang.

Setelah anak bisa menulis dengan benar, potongan kertas itu kami tempel di kertas besar. Satu per satu anak maju menempelkan tulisannya.

Akhirnya pembelajaran kami selesai. Hari ini kelas kami belajar mengenal dan menulis kata, huruf, dan angka dengan kegiatan belajar yang menyenangkan.

Membantu Siswa Kelas Satu SD di Malinau Mengenal dan Menulis Kata, Huruf, dan Angka