Liburan Berliterasi dengan Membuat Maket ‘Mini Zoo’ Ala Siswa

Oleh: Nurina Manggiasih, S.Pd – Guru SDN Mojorejo 1 Kota Batu, Jawa Timur

“Libur telah tiba…libur telah tiba…horee…horee…hore……” Lagu Libur Telah Tiba, berisi tentang perasaan gembira karena akhirnya liburan telah tiba. Namun perasaan gembira saat libur telah tiba justru berbeda dengan saya. Ketika liburan telah tiba, saya justru menjadi gelisah. Gelisah karena khawatir siswa-siswa saya tidak belajar di rumah. Untuk itu saya memberi tugas proyek kepada siswa saya ketika liburan.

Namun apa yang terjadi? Alih-alih belajar, siswa malah tidak menikmati liburannya. Beberapa siswa mengerjakan tugas proyek mereka karena terpaksa agar mendapat nilai baik sehingga masih belum muncul motivasi intrinsik untuk belajar dari dalam diri mereka masing-masing. Saya merasa sangat sedih melihatnya.

Pada semester lalu, siswa-siswa kelas 1 harus belajar di rumah karena kelas 6 sedang melaksanakan ujian. Mereka harus belajar di rumah sekitar 10 hari.

Dari sini saya belajar apa yang sebaiknya saya lakukan. Akhirnya saya melakukan refleksi, bagaimana melibatkan siswa dalam menentukan proyek saat liburan, agar siswa tidak merasa berat dan proyeknya bisa relevan dengan aktivitas liburannya. Saya mengajak siswa – siswa mengobrol dari hati ke hati menjelang liburan. Mengobrol dari dua arah dan melakukan curah gagasan (brainstorming), mengumpulkan semua ide dan pendapat dari siswa – siswa. Mereka ditempatkan sebagai tokoh utama dalam proses pembelajaran sehingga mereka merasakan keterlibatan dan bagian dari tanggung jawab mereka sendiri.

 “Anak-anak kalian akan belajar di rumah selama sepuluh hari”

“Horee…….?” jawab beberapa siswa.

 “Ada tugas untuk di rumahkah Bu?” tanya seorang siswa

Saya kaget, senang, sekaligus terharu mendengar pertanyaan tersebut dari mulut siswa kelas 1. Ternyata mereka selama liburan ingin mendapat tugas di rumah. Kemudian saya melanjutkan mengobrol bersama siswa.

“Anak-anak ada teman kalian yang bertanya tentang tugas liburan. Kalian ingin mendapat tugas seperti apa ?”

“Mewarnai Bu, menggambar, menulis saja, menceritakan kembali,” jawab siswa saling bersahutan.

Kemudian saya bertanya, “Siapa yang sudah pernah ke kebun binatang? “

Mereka serentak mengangkat tangannya tanda hampir seluruh siswa pernah ke kebun binatang.

“Karena sudah banyak yang pergi ke kebun binatang, bagaimana kalau proyek kali ini topiknya tentang kebun binatang?” tanya saya.

Ternyata dengan mengobrol dari hari ke hati,  membuat mereka lebih leluasa dan berani untuk menyampaikan idenya. Akhirnya  kami sepakat proyek liburan kali ini membuat Maket “Mini Zoo” dan sesuai juga dengan  buku tema 7 yang sedang kami pelajari ‘Benda, Hewan, dan Tanaman di Sekitarku’.

Maket Mini Zoo ini telah kami sepakati juga boleh tentang binatang apapun termasuk dinosaurus. Kesepakatan membuat proyek liburan ini adalah :

  1. Boleh dibuat dari bahan apapun
  2. Ukuran boleh bebas
  3. Boleh dikerjakan secara kelompok maupun individu
  4. Bisa didampingi orang tua
  5. Diberi foto ketika proses pembuatan Maket “Mini Zoo”
  6. Menuliskan kesan-kesan selama membuat proyek liburan Maket “Mini Zoo”
  7. Dikumpulkan ketika masuk sekolah

Tidak terasa 10 hari pun sudah berlalu. Waktu yang saya tunggupun akhirnya datang juga. Saya sengaja datang lebih pagi. Satu persatu siswa saya datang. Mereka membawa hasil tugas proyek liburan membuat Maket “Mini Zoo” diantar orang tua mereka masing-masing.

Dan ternyata tugas yang saya berikan telah dikerjakan oleh siswa-siswa dengan hasil yang luar biasa. Siswa-siswa membawa Maket “Mini Zoo” dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda sesuai keinginan mereka masing-masing. Saya sungguh bangga dan terharu.

Seluruh siswa telah mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Mereka juga memberi nama masing-masing Maket “Mini Zoo” yang mereka buat, antara lain: Icha Zoo, Hewan di Hutan Mojorejo, Kebun Binatang Dinosaurus, Kebun Binatang Junrejo, dan Kandang Binatang. Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada wali murid yang sudah terlibat aktif mendukung dan membantu putra-putrinya dalam pengerjaan proyek liburan kali ini.

Dari proyek membuat Maket “Mini Zoo” ini, saya meminta siswa untuk menceritakan kembali, menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, bagaimana proses pembuatannya, hal menarik apa saja yang mereka lakukan, dan bagaimana orang tua membantu mereka. Saat proses bercerita, saya sebagai guru merekam dengan ponsel saya sebagai bahan evaluasi nantinya. Dari cerita siswa ini, saya melihat ada kolaborasi antara siswa dengan orang tuanya dalam proses pengerjaannya.

Selain bercerita, saya mengajak  siswa untuk memilih satu hewan kesukaannya yang terdapat di dalam maket. Lalu hewan yang dipilih akan digambar oleh siswa.

Masuk ke pemahaman literasi numerasi, siswa saya ajak untuk memahami soal matematika yang saya kaitkan dengan hewan yang ada di dalam maket. Siswa tampak lebih memahami dan antusias.

Selain itu, siswa saya ajak membuat poster ‘aturan merawat hewan’ dari maket tersebut. Banyak yang memiliki inisiatif membuat poster dengan judul yang menarik seperti: berilah makan hewan setiap hari, bersihkan kandang setiap hari, mandikan hewan supaya bersih, sayangi dan jaga semua hewan, dan lain-lain.

Terakhir, siswa saya ajak untuk menyebutkan benda hidup dan tidak hidup yang terdapat di dalam Maket “Mini Zoo”. Kemudian mendiskusikan bersama kelompoknya ciri-ciri benda hidup dan tidak hidup.

Dari hal di atas dapat terlihat bahwa literasi pada hakekatnya tidak hanya berkaitan dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia saja, tetapi bisa dihubungkan dengan muatan pelajaran non bahasa seperti Matematika, SBDP, dan PPKn. Contoh bentuk integrasi literasi dalam proses pembelajaran antara lain :

Muatan pelajaran

Materi

Bahasa Indonesia –  Menceritakan alat, bahan, dan proses pembuatan Maket “Mini Zoo”

–  Mendiskripsikan ciri-ciri hewan yang ada di Maket “Mini Zoo”

–  Membedakan benda hidup dan tidak hidup yang ada di Maket “Mini Zoo”

–  Menarik kesimpulan ciri-ciri benda hidup dan tidak hidup

Matematika –  Membuat soal cerita penjumlahan dan pengurangan dengan hewan yang ada di Maket “Mini Zoo”
PPKn –  Membuat Poster aturan merawat hewan
SBDP –  Membuat benda/hasil karya 3 dimensi

–  Menggambar hewan kesukaannya

Pembelajaran berbasis projek Maket “Mini Zoo”, menghubungkan siswa dengan masalah yang dihadapi dan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pada pembelajaran berbasis proyek, pemecahan masalah dituangkan dalam produk nyata yang dihasilkan sebagai sebuah karya penciptaan siswa. Pada pembelajaran berbasis proyek pembelajaran juga fokus pada penyelidikan/inkuiri dan inventigasi yang dilakukan oleh siswa. Pembelajaran ini didukung lingkungan pembelajaran kolaboratif, dan dapat memaksimalkan potensi siswa. Didukung dengan visualisasi tingkat tinggi dan penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman siswa. sehingga memungkinkan siswa menghubungkan antara materi dan kompetensi pembelajaran. Dengan demikian pembelajaran dapat lebih bermakna, dan teridentifikasi manfaat mempelajari sesuatu. Siswa difasilitasi berproses menguasai materi ajar dengan berbagai sumber belajar yang dipersiapkan.

Ternyata dari tugas proyek liburan membuat Maket “Mini Zoo”, kemampuan literasi  siswa saya meningkat. Dalam tugas yang saya berikan terdapat kegiatan mengamati objek media, pemahaman, mengumpulkan informasi, menganalisis informasi, mengkomunikasikan, mendiskusikan secara kelompok, bertanya dan menjawab pertanyaan, mempresentasikan hasil tugas, menyimpulkan dan sejumlah kemampuan lainnya. Selain itu dengan adanya proyek ini, saya melihat adanya peran yang aktif dari orang tua untuk berkolaborasi sehingga dapat memaksimalkan potensi siswa.

Liburan Berliterasi dengan Membuat Maket ‘Mini Zoo’ Ala Siswa