Kata Kunci Cerita Bantu Siswa Pahami Soal Cerita

“Bu, cerita ini maksudnya bagaimana?” tanya salah seorang siswa di kelas saya. Soal-soal cerita yang tidak dipahami anak seperti ini hampir setiap hari saya temui di kelas. Apalagi untuk siswa kelas satu yang masih dalam proses pemahaman kalimat sehingga tidak mudah mencerna soal-soal cerita. Untuk itulah saya memiliki ide membuat media pembelajaran yang diberi nama Kakuta (Kata Kunci Cerita) agar siswa lebih mudah memahami cerita.

Proses pembuatannya tidaklah sulit. Alat dan bahan yang dibutuhkan juga hanya berasal dari barang bekas dan dapat dengan mudah ditemukan di sekitar kita. Untuk membuat media Kakuta, dibutuhkan dua buah kardus bekas (ukuran bebas), kertas kado, stik es krim, tiga buah gelas plastik bekas air minum kemasan, gambar berbagai tokoh di cerita (ditempelkan pada stik sehingga terlihat seperti wayang) dan kertas soal cerita.

Cara pembuatannya, lubangi salah satu kotak kardus seukuran gelas plastik. Kardus lainnya dipotong menjadi persegi panjang, lalu ditempelkan sebagai dinding belakang kardus berlubang tadi. Bungkus dan hias kardus dengan kertas kado agar terlihat lebih cantik dan menarik. Masukkan tiga buah gelas plastik ke dalam tiga lubang tersebut. Terakhir, tempelkan kertas soal cerita pada dinding kardus tersebut. Yang menarik dari media ini adalah informasi penting dan kata kunci dalam setiap soal cerita yang dipajang diberi warna berbeda sehingga siswa bisa lebih mudah memahami isi soal cerita.

Kata kunci tersebut misalkan, 13 buah, 5 buah, memberi, memakan, busuk, membeli lagi, mematahkan, dan sebagainya. Lalu, siswa menancapkan berbagai tokoh dalam soal cerita pada kardus dan menentukan operasi bilangan yang dimaksud dalam soal cerita agar mudah mengerjakan soal. Terakhir, siswa dapat menggunakan bantuan stik es krim untuk menghitung.

Contoh soal cerita yang tersedia pada media tersebut adalah “Andi mempunyai 20 kelereng. Andi memberikan 10 kelerengnya kepada Budi. Berapakah kelereng Andi sekarang?” Dari soal tersebut, kita bisa menggiring siswa untuk memahami soal secara perlahan dan bertahap. Tahap pertama adalah siswa kita berikan kesempatan untuk membaca soal tersebut secara mandiri terlebih dahulu. Tahap kedua, kita mulai mengoperasikan segala properti yang ada pada media Kakuta untuk setiap kata penting pada soal. Misal, pada kalimat pertama yaitu “Andi” maka siswa mengambil salah satu gambar anak laki-laki untuk dipajang di samping lubang pertama. Lalu kita lanjutkan dengan membaca kata berikutnya, yaitu “mempunyai 20 kelereng” maka siswa mengambil 20 stik untuk dimasukkan pada lubang pertama di sebelah gambar Andi sebagai perumpamaan bahwa itu adalah kelereng milik Andi. Selanjutnya, kalimat kedua pada soal adalah “Andi memberikan” maka guru mengajak siswa untuk mengingat kata “memberikan” dan mengarahkan siswa dengan pertanyaan bahwa termasuk ke dalam operasi apakah kata “memberikan” tersebut, apakah operasi penjumlahan ataukah operasi pengurangan. Bila jawaban siswa sudah benar, maka siswa boleh mengambil stik dengan kata “memberikan” dan “pengurangan” yang tersedia untuk dipajang pada media. Pada bacaan selanjutnya yaitu “10 kelerengnya pada Budi” maka siswa mengambil salah satu gambar anak laki-laki yang diumpamakan sebagai Budi untuk dipajang di samping lubang kedua. Tahap berikutnya adalah siswa mulai memindahkan stik milik Andi sebanyak 10 untuk dimasukkan ke dalam lubang kedua (milik Budi). Lalu, pertanyaan yang tersedia pada soal yaitu “Berapakah kelereng Andi sekarang?” maka siswa diajak untuk memindahkan stik yang tersisa pada Andi untuk dipindahkan pada lubang ketiga (sebagai hasilnya). Siswa diajak menghitung stik yang tersisa dan didapatkan kesimpulan hasilnya yaitu 10. Tahap terakhir yaitu siswa menempelkan angka 10, 20, dan tanda kurang (-) pada setiap lubang sebagai keterangan benda.

Berkat media ini, sebanyak 85% siswa di kelas saya dapat mengerjakan soal cerita dengan benar dan sisanya masih perlu pendampingan karena memang belum lancar membaca.

Kata Kunci Cerita Bantu Siswa Pahami Soal Cerita