JAWA TIMUR: Pendidikan Inklusi di ‘Sekolah Garasi’

Di MI Amanah, atau Sekolah Garasi, kurikulum dan program pembelajaran didesain sesuai dengan kemampuan atau kebutuhan belajar anak-anak. Oleh karena itu, pendidikan inklusi dimaknai bukan semata-mata untuk anak-anak ABK. Bila ada anak-anak yang sudah mencapai target pembelajaran yang di tetapkan, mereka bisa diberi materi penguatan atau materi lanjutan tanpa, harus menunggu anak-anak yang lain di rombelnya. Sehingga seorang murid bisa tamat SD dengan waktu yang bervariasi (4, 5, 6 tahun, atau lebih) pula.  Penekanan utama adalah bagaimana supaya anak-anak ABK ini mampu bersosialisasi. Oleh karena itu, implementasi pendidikan inklusi untuk ABK di sekolah ini melalui dua tahapan: belajar di kelas khusus dan belajar di kelas gabungan (inklusi)

JAWA TIMUR: Pendidikan Inklusi di ‘Sekolah Garasi’