Dompu: Bambu menghitung

SDN 33 Dompu adalah SD kecil di daerah persawahan. Siswa-siswa tidak bersemangat belajar Matematika, bahkan jarang datang ke sekolah. Tantangannya adalah bagaimana memancing ketertarikan anak-anak untuk belajar. Berdasarkan analisis masalah tersebut, yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran adalah membuat anak-anak tertarik untuk belajar. Guru pun mencari solusi kreatif yang mudah dilakukan dan medianya  mudah didapatkan. Awalnya ide ini menggunakan kerikil dan gelas plastik. Siswa diajak ke luar kelas untuk mengumpulkan kerikil dan dikumpulkan
dalam gelas plastik. Dompu terkenal dengan jagung, guru pun mempunyai ide untuk menggunakan biji jagung. Siswa diminta membawa biji jagung dari rumah. Bambu juga merupakan bahan yang mudah didapat. Bambu dipotong-potong menjadi gelas dan dicat.

Dompu: Bambu menghitung