Dengan KKG Mini, Pelajaran Matematika Jadi Menyenangkan

Dulu, pelajaran matematika dianggap sebagai pelajaran yang sangat menakutkan. Ketika terucap matematika, pasti terbersit angka, baik itu bentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang menguras tenaga dan pikiran. Sebagian besar siswa dari SD Muhammadiyah 11 Randegan, ketika ditanya pelajaran yang paling disukai, menjawab bukan matematika. Matematika dianggap sebagai ‘momok’ yang menakutkan.

Ada salah satu siswa di sekolah kami, tepatnya kelas tiga, yang dikeluhkan wali kelasnya, karena sering kali tidak masuk sekolah. Setelah wali kelas tiga yang akrab dipanggil Dwi mengamati, ia mendapatkan jawaban bahwa ternyata dia tidak masuk kelas karena takut dengan pelajaran matematika.

Saat pembelajaran matematika, guru cenderung memberikan soal yang berupa angka dengan jumlah soal yang banyak. Dalam forum KKG mini yang rutin dilakukan di sekolah kami, Dwi mengeluhkan hal tersebut dan ingin mendapatkan solusinya agar si anak mau sekolah lagi dan tidak takut belajar matematika.

Pelatihan guru melalui kegiatan KKG gugus yang bekerja sama dengan INOVASI banyak memberikan manfaat untuk kami. Guru kami diberi banyak bekal dengan mengusung materi numerasi. Tujuannya  adalah meningkatkan minat belajar matematika dan meningkatkan hasil pencapaian pembelajaran matematika. Diharapkan guru bisa menyampaikan dan mengemas pembelajaran matematika yang menarik, menyenangkan, dan tentunya dengan menggunakan sebuah media yang sederhana, mudah dipahami siswa dan mudah dibuat tentunya.

Saya seperti mendapatkan jawaban atas permasalahan yang dialami Dwi. Di forum KKG mini, materi yang sudah kami dapatkan dari INOVASI kami bagikan kepada seluruh guru-guru termasuk Dwi. Saya menekankan kepada seluruh guru di SD Muhammadiyah 11 Randegan agar mulai mengubah caranya mengajar, khususnya di mata pelajaran matematika.

Misalnya saja saat masuk pada materi pengukuran dengan menggunakan alat ukur tidak baku di kelas 2, saya menekankan pada guru-guru dalam KKG mini agar dapat mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekolah sebagai alat pengukuran tidak baku. Bahkan anak-anak bisa menggunakan lingkungan di luar kelas untuk melakukan percobaan pengukuran dengan menggunakan alat ukur tidak baku seperti sapu, tongkat, ranting pohon dan sebagainya. Saran ini pun diikuti oleh Nurul Fajriah, guru kelas 2. Dia meminta siswa mengeksplorasi kelas dan lingkungan sebagai media pengukuran dengan alat ukur tidak baku. “Hasilnya luar biasa. Mereka sangat tertarik mengukur benda-benda di sekitar mereka hingga keluar kelas. Mereka juga mengukur halaman kelas dengan langkah kaki mereka dan mereka senang sekali ketika bisa mendapatkan hasil pengukuran,” ungkapnya.

Dari supervisi yang saya lakukan setelah melakukan pengamatan di kelas-kelas, cara mengajar guru mulai berubah. Guru sudah pandai mengemas menarik dan membuat siswa senang bermain dan belajar. Sudah tidak ada lagi pembelajaran matematika yang menakutkan, siswa selalu bersemangat saat belajar matematika. Belajar menghitung pun sudah tidak membosankan lagi karena menghitung selalu dengan bermain. Bahkan siswa yang dulu tidak mau masuk saat pelajaran matematika, kini sangat menikmati belajar matematika.

Dengan KKG Mini, Pelajaran Matematika Jadi Menyenangkan