Buku Besar Berbahasa Madura dengan Kearifan Lokal

Banyak cara yang dilakukan oleh tenaga pendidik atau guru dalam memberikan pelajaran agar apa yang diajarkan kepada siswa mudah dipahami atau “dicerna”. Salah satunya seperti yang Annur Kusniyati S.Pd.SD lakukan. Guru yang mengajar di SDN Padike IV, Talango, Sumenep ini membuat big book atau buku berukuran besar berbahasa Madura.

Agar siswa khususnya kelas awal yaitu kelas 1, 2 dan 3 tidak merasa jenuh saat menerima pelajaran dan lebih memahami kata-kata berbahasa Indonesia karena bahasa sehari-hari yang dipahami siswa adalah bahasa Madura, Annur membuat big book (buku besar) berisi cerita bergambar dengan warna-warna menarik dalam kegiatan pembelajaran.

Cerita bergambar dalam big book tersebut kalimat penjelasannya menggunakan dua bahasa (bilingual), yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Madura, dengan dongeng yang tidak jauh dengan keseharian anak atau tidak asing lagi bagi mereka.

Ada dua big book bilingual tentang pengenalan kata yang ia buat. Pertama dongeng berjudul Badha Sunti’an (Ada Suntikan, red) berisi 16 halaman. Dongeng itu menceritakan tentang siswa yang takut saat ada pemberian imunisasi oleh petugas. Seluruh kata dalam kalimat penjelasan dongeng tersebut menggunakan bahasa Madura yang dibawahnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Dalam big book tentang tema ini saya menceritakan bagaimana takutnya siswa saat kedatangan petugas kesehatan dari Puskesmas yang akan memberikan imunisasi kepada siswa:

Badha se nanges, ngetha’e korse, e babana meja, ban badha se e budhina lamari (Ada yang menangis, sembunyi di kursi, di bawah meja, dan di belakang lemari)

Diangkatnya tema tentang kesehatan dalam big book ini selain pengenalan kata dalam bahasa Indonesia melalui penyampaian cerita yang menarik juga imbauan tentang pentingnya menjaga kesehatan kepada siswa.

Untuk big book kedua dengan judul “Kucing Lili” terdiri dari 14 halaman. Kali ini Annur membalik terjemahan bahasa dalam kalimat penjelasan isi gambar, yaitu dari bahasa Indonesia ke bahasa Madura.

“Tujuan dibuatnya big book bilingual agar membiasakan atau mengajarkan siswa bisa berbahasa Indonesia melalui pengenalan setiap kata. Karena sebagian besar siswa kelas awal di SD Negeri Padike IV tidak terbiasa bahkan kurang paham dengan bahasa Indonesia. Melalui penggunaan bahasa Madura yang menjadi bahasa keseharian mereka pada big book maka siswa secara perlahan dapat menerjemahkan setiap kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Madura,” cerita Annur.

Selama menggunakan metode pembelajaran dengan big book ini minat belajar siswa mengalami peningkatan. Mereka lebih aktif bertanya tentang setiap kata bahasa Madura untuk diartikan ke bahasa Indonesia.

Big book yang diterapkan pada siswa kelas awal dapat membawa perubahan mutu pendidikan ke arah lebih baik. Karena dengan cerita bergambar dengan
penyampaian menarik membuat siswa merasa lebih nyaman menerima pelajaran.

Annur pun melihat adanya perubahan pada siswanya dalam menerima pelajaran. Ia pun akan menerapkan penggunaan big book bilingual berisi kearifan lokal tersebut pada kelas lanjutan yaitu kelas 4, 5 dan 6, namun dengan menggunakan bahasa Madura halus yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Buku Besar Berbahasa Madura dengan Kearifan Lokal