Belajar Penjumlahan Berulang Sambil Bermain Dakon

Dakon, permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak, ternyata bisa juga dipakai sebagai media belajar matematika. Ini yang menjadi inspirasi salah satu guru kami yaitu Tutik Sumarniningsih, guru di kelas 1A SDN Balonggabus Candi Sidoarjo. Ia memperkenalkan permainan dakon sebagai media pembelajaran tentang penjumlahan berulang.

Tutik meminta siswa membawa kerikil dari rumah. Kerikil tersebut kemudian dicat warna-warni. Selanjutnya Tutik membawa dadu dan tempat telur bekas yang terbuat dari kertas. Tutik kemudian membuat kesepakatan dengan siswa. Pada lemparan dadu pertama, siswa diharuskan memilih banyaknya lubang telur sebanyak titik yang tertera pada lemparan dadu. Pada lemparan kedua, jumlah lubang telur yang telah ditentukan pada lemparan pertama diisi dengan kerikil sebanyak jumlah titik yang tertera pada lemparan dadu.

Misalnya: Siswa A melempar dadu pertama menghasilkan 3 titik di dadu. Maka A harus memilih 3 lubang telur. Lalu si A melempar dadu lagi dan menghasilkan 5 titik di dadu, maka A harus mengisi lubang 3 telur tadi masing-masing dengan 5 kerikil. Setelah itu A akan menghitung jumlah kerikil yang ada dalam lubang 3 telur tadi yakni: 5 + 5 + 5 = 15 kerikil.

Melalui permainan ini, ternyata siswa lebih mudah memahami penjumlahan berulang. Siswa juga merasa dirinya sedang bermain padahal secara tidak langsung mereka belajar matematika sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.

Belajar Penjumlahan Berulang Sambil Bermain Dakon