Belajar Pembagian Sambil Memanfaatkan Sampah Plastik

Materi pembagian seringkali membuat siswa kesulitan dan kebingungan. Apalagi kalau bilangannya besar. Meskipun ada berbagai macam strategi yang bisa digunakan untuk menyelesaikannya, namun siswa tetap membutuhkan benda konkret untuk menambah pemahaman mereka. Untuk itu saya menggunakan botol bekas dan sedotan sebagai media pembelajaran terkait pembagian agar mudah dipahami siswa.

Botol dan sedotan merupakan benda yang sangat mudah didapat. Saya menggunakan benda-benda ini karena ketika jam istirahat di sekolah MI Manbal Ulum Kendal Pecabean Candi Sidoarjo, siswa banyak membeli minuman kemasan botol beserta sedotannya. Setelah minuman habis, botol dan sedotan dibuang begitu saja di tempat sampah. Kondisi itulah yang menginspirasi saya untuk menggunakan botol dan sedotan sebagai media mengajar matematika di kelas 2 untuk materi pembagian. Selain mudah didapat juga bisa mengurangi sampah.

Botol dan sedotan yang terkumpul dibersihkan dan dirapikan, kemudian 10 botol disusun berjajar dan diisi dengan sedotan yang jumlahnya sesuai dengan soal, misalnya ada soal 20:4=? Maka siswa mengambil sedotan sebanyak 20 biji, kemudian siswa mengambil 4 sedotan dari 20 sedotan tersebut untuk dimasukkan ke dalam setiap botol. Kegiatan ini diulang-ulang sampai 20 sedotan tersebut habis. Setelah itu baru dihitung berapa jumlah sedotan dalam botol. Setelah dihitung ternyata sedotan di dalam botol ada 5, maka penyelesaiannya adalah 20 : 4 = 5. Dengan media konkret seperti ini diharapkan siswa mampu memahami konsep pembagian.

Siswa kelas 2 tampak antusias mengikuti pembelajaran matematika, mereka mencoba memainkan media dengan berbagai soal yang berbeda-beda. Siswa kelas 2 yang berjumlah 14 anak mencoba satu per satu, karena semua anak ingin mencoba sehingga mereka mengantre secara bergantian. Situasi seperti ini membuat pembelajaran di kelas menjadi aktif dan menyenangkan.

Belajar Pembagian Sambil Memanfaatkan Sampah Plastik