Belajar Menulis Nama Benda Sambil Bermain di Bulungan, Kalimantan Utara

Oleh Kuleh Lenjau, Guru Kelas 1 SDN 008 Baratan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Guru Mitra INOVASI)

Pagi itu hujan baru selesai membasahi Baratan. Jalan setapak menuju sekolah menjadi becek, tetapi anak-anak tetap semangat belajar. Hari itu kami belajar menulis nama benda. Saya ingin anak belajar sambil bermain. Agar mereka senang, saya menyusun skenario pembelajaran menggunakan media pembelajaran. Saya membuat puzzle, potongan huruf dan lembar kerja. Dalam lembar kerja itu, saya akan meminta anak menuliskan nama-nama benda yang mereka ketahui.

Pembelajaran saya mulai dengan menyapa anak. Saya katakan kepada mereka, kalau kami akan belajar menulis nama-nama benda. Mereka pun tampak bersemangat.

Saya membagikan media pembelajaran yang saya rancang. Media itu berupa kertas karton yang di atasnya ditempelkan gambar benda dan nama benda yang sebagian hurufnya dipisahkan. Anak-anak harus melengkapi nama benda itu. Mereka harus mencarinya dari potongan huruf yang sudah disediakan di dalam amplop terpisah. Mereka harus bekerja sama menyelesaikan tugas itu.

Setelah saya berikan instruksi, anak mulai bekerja dalam kelompok. Mereka berlomba menyelesaikan tugasnya lebih cepat. Sesekali tawa mereka meledak.

Saya berkeliling kelompok untuk memastikan semua anak mengerti dan mengerjakan instruksi. Dalam sepuluh menit, mereka sudah menyelesaikan tugas.

Sebagai pujian, saya beri tepuk tangan bagi kelompok yang sudah selesai. Saya minta mereka menempelkan hasil kerja mereka di belakang kelas. Sebuah kertas besar sudah menunggu. Mereka kembali berebut menempel.

Apakah jawaban semua kelompok benar? Belum tentu. Untuk memeriksa jawaban mereka, terlebih dahulu saya menunjukkan jawaban yang benar. Di papan tulis sudah saya tempel gambar benda yang harus mereka cari namanya. Saya berpura-pura seperti bermain sulap. Saya sudah mempersiapkan tulisan nama benda yang benar. Saya mengajak anak-anak menerka-nerka nama benda-benda itu. Setelah mereka menebak, baru saya tempelkan nama benda yang sudah saya cetak sebelumnya. Kami melakukannya bersama sampai semua benda ada namanya.

Setelah itu saya minta mereka memeriksa kembali hasil pekerjaan kawan-kawannya. Mereka harus memberi tanda jika ada nama benda yang salah. Hasilnya ternyata masih ada kelompok yang salah. Mereka pun memperbaikinya kembali.

Setelah tugas berkelompok, saya memberikan tugas individu. Saya menyiapkan lembar kerja. Disitu mereka harus menulis sepuluh nama benda yang mereka ketahui. Saya pikir sepuluh nama benda sudah cukup banyak, tetapi saya terkejut mendapat respon dari siswa. Mereka meminta jumlah nama benda ditambah. Ada yang minta lima belas nama dan ada yang meminta dua puluh. Saya hanya tersenyum dan meminta mereka hanya menulis sepuluh nama benda saja.

Anak-anak mulai bekerja secara individu. Mereka menulis nama benda. Ada yang menulis nama benda yang umum diketahui anak seperi bola. Ada pula yang menulis nama benda yang jarang didengar seperti kuali. Dalam waktu lima belas menit, semua siswa selesai menulis.

Saya meminta mereka satu per satu maju ke depan kelas untuk membacakan tulisannya. Selesai membaca, mereka saya minta menempelkan hasil karyanya kembali di dinding kelas. Jadi hari ini kami berhasil menghasilkan dua karya.

Kami menutup pembelajaran dengan hati gembira. Anak-anak berhasil menulis nama benda sambil bermain. Mereka gembira dan tujuan pembelajaran tercapai.

Belajar Menulis Nama Benda Sambil Bermain di Bulungan, Kalimantan Utara