Belajar Angka dengan Topi Moncu

Topi yang terbuat dari kertas dan biasanya dipakai dalam acara ulang tahun, ternyata bisa dipakai sebagai alat media pembelajaran numerasi. Inspirasi inilah yang mendorong guru di sekolah saya, Evi Prayunita, guru kelas 1B SDN Balonggabus menggunakan topi ulang tahun sebagai media untuk mempermudah pembelajaran matematika bagi siswa kelas 1 tentang Kompetensi Dasar mengurutkan bilangan-bilangan sampai dua angka dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar atau sebaliknya dengan menggunakan kumpulan benda konkrit.

Ketika ada salah satu siswa berulang tahun, Evi melihat setiap siswa mendapat satu topi yang bergambar lucu. Dari situlah timbul ide Evi untuk membuat topi gambar monyet lucu dan diberi nomor serta menggunakan topi tersebut sebagai alat media belajar matematika pada kelas 1.

Awalnya Evi memberi tugas untuk membawa kertas buffalo warna dari rumah. Buffalo tersebut dibagi dua dan dijadikan topi. Evi menyiapkan gambar monyet yang di atasnya diberi nomor urut. Dibuatlah topi monyet lucu yang disingkat Topi Moncu yang diberi nomor, untuk memudahkan siswa mengurutkan bilangan terkecil ke bilangan terbesar atau sebaliknya.

Sebelum pelajaran dimulai, Evi menjelaskan terlebih dahulu bagaimana cara permainan Topi Moncu tersebut. Ia meminta tiap kelompok maju ke depan dan mengambil Topi Moncu yang disukai dan langsung dipakai oleh siswa. Setelah itu siswa diminta untuk mengingat bilangan topi yang dipakainya dan berbaris sesuai urutan bilangan terkecil ke bilangan terbesar. Dari situlah siswa bisa belajar mengurutkan bilangan terkecil ke bilangan terbesar atau sebaliknya.

Siswa kelas 1 tampak senang dan semangat saat pembelajaran matematika saat itu. Kelompok yang lain juga maju secara bergantian untuk melakukan pembelajaran tersebut. Saya mendorong seluruh guru di SDN Balonggabus agar selalu melaksanakan pembelajaran aktif dan menyenangkan, khususnya pembelajaran matematika sehingga siswa lebih antuasias untuk belajar matematika.

 

Belajar Angka dengan Topi Moncu