Bangun Kedekatan Personal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa

Di Bulungan, Kalimantan Utara, INOVASI bersama pemerintah kabupaten mengimplementasikan program rintisan literasi kelas awal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa kelas awal di bidang literasi, melalui peningkatan mutu pengajaran literasi – termasuk keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS),  memperdalam pemahaman guru terhadap tahapan dan pendekatan yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar literasi di kelas awal, serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi, menyusun materi dan media literasi yang relevan bagi seluruh siswa di kelas. Berikut ini kisah salah satu guru yang berupaya membantu siswa-siswanya yang berkesulitan belajar membaca dengan pendekatan yang berbeda, sesuai kebutuhan siswanya.  


Elok Tri Lestari adalah seorang guru yang mengajar di SDN 008 Baratan, Bulungan, Kalimantan Utara. Elok yang merupakan guru honorer ini mengajar di kelas 3 dan sekolah tempat ia mengajar terletak di tepi Sungai Kayan. Dari Ibukota Provinsi Kalimantan Utara, Tanjung Selor, dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa tiba di sekolah di mana Elok mengajar.

Di kelasnya, Elok menemukan bahwa ada siswa-siswanya yang tergolong lamban dalam hal kemampuan membaca. Tentu dibutuhkan pendekatan khusus untuk mengajarkan siswa-siswa tersebut, sehingga mereka pun bisa belajar semaksimal mungkin dan tidak tertinggal teman-teman di kelasnya. Lalu upaya apa yang Elok lakukan?

Setiap awal kegiatan pembelajaran, Elok melakukan identifikasi. Ia menggunakan gambar, kata dan kalimat. Elok pertama-tama akan meminta siswanya untuk membaca kalimat. Jika tidak berhasil, maka ia  akan meminta siswanya untuk membaca kata. Selain itu, siswa pun diminta untuk mencocokkan gambar dengan kata yang sesuai. Jika siswa menunjuk dengan tangannya kata-kata yang berbeda dengan gambar, maka hasil identifikasinya adalah siswa tersebut tidak bisa mengenali huruf. Dari situlah Elok mengetahui kemampuan membaca seorang anak.

Ada dua strategi yang dilakukan Elok untuk membantu siswanya belajar membaca. Pertama, ketika jam pembelajaran berlangsung, ia menempatkan anak yang lamban membaca duduk dekat dengannya. Dengan demikian, Elok bisa memberikan perhatian lebih pada siswa tersebut.

Kedua, Elok memberikan tugas yang berbeda bagi setiap siswanya. Tugas itu disesuaikan dengan kemampuan siswa. Bagi siswa yang cepat belajar, tugas yang terlalu mudah akan membuat mereka tidak tertantang dalam belajar. Begitu pula sebaliknya bagi siswa yang masih lamban dalam belajar, tugas yang sulit akan membuat anak-anak ini tidak berkembang. Jadi setiap siswa diberi pertanyaan sesuai kemampuan masing-masing.

Di luar jam pembelajaran, Elok pun menyediakan waktu layanan khusus. Ia mengajak siswanya untuk membaca dengan menggunakan berbagai metode. Ia tidak secara khusus menentukan hari dan jam layanan Tersebut. Semua tergantung ‘mood anak’. Elok selalu menanyakan kepada siswanya, apakah sang siswa mau diberi tambahan jam belajar di sekolah. Jika siswa tersebut tidak berminat, maka kegiatan tambahan akan dilakukan di waktu yang lebih sesuai.

“Bagi saya penting sekali untuk memperhatikan perasaan anak. Saya tidak ingin anak merasa tertekan. Saya berusaha agar anak menikmati tambahan belajar membaca. Salah satunya dengan cara anak diajak belajar sambil bermain. Jadi, saya berusaha untuk membangun kedekatan dengan anak,” kata Elok.

Perlahan tapi pasti, siswa-siswa yang tergolong lamban dalam hal kemampuan membaca pun mulai menunjukkan perubahan positif. Upaya yang dilakukan Elok mampu membantu siswa-siswanya untuk memiliki kemampuan membaca yang lebih baik. Mereka kini sudah bisa mengeja huruf dan membaca kata.

Bangun Kedekatan Personal untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa