Temu INOVASI #8: Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Literasi Dasar yang Berkualitas

Jakarta, 5 Desember 2019 – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama program kemitraan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kembali menggelar forum Temu INOVASI yang diselenggarakan dalam semangat memperingati Hari Disabilitas Internasional (3 Desember) sekaligus Hari Guru Nasional (25 November). Mengusung tema “Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Literasi Dasar yang Berkualitas”, forum diskusi pendidikan ini menyajikan perspektif nasional dan daerah terkait pendidikan inklusif di Indonesia, dan upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar.

Hadir sebagai narasumber adalah guru dan tenaga kependidikan, LSM lokal, LPTK, serta unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang pendidikan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT); di tingkat pusat perwakilan Kemendikbud yaitu Direktur Pembinaan Sekolah Dasar – Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus – Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, dan juga Program TASS. Selain itu, Pusat Penelitan Kebijakan (Puslitjak) Balitbang Kemendikbud menyampaikan studi terkait pendidikan inklusif di Indonesia.

Melalui program INOVASI, pemerintah Indonesia dan Australia menjalin kemitraan untuk lebih memahami dan mengatasi tantangan belajar di kelas-kelas awal pendidikan dasar. Fokusnya adalah dalam hal kualitas pembelajaran literasi dan numerasi kelas awal, serta pendidikan inklusif. Salah satu upaya untuk atasi tantangan pendidikan yang terus dilakukan oleh INOVASI adalah menggali cara-cara terbaik di daerah, solusi lokal yang penerapannya dapat memperkuat kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas.

Di berbagai kesempatan Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno, menggarisbawahi bahwa wujud nyata dari pelaksanaan program INOVASI nantinya akan tampak dalam proses belajar mengajar di kelas, bukan dalam bentuk mendikte, namun lebih dengan menggali potensi lokal sehingga dapat menemukan pola pengajaran yang cocok bagi anak. Dalam pelaksanaannya, INOVASI menggunakan pendekatan yang bertujuan untuk menemukan cara-cara yang pas sesuai konteks lokal dalam meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi siswa – solusi yang sesuai dengan potensi lokal untuk mengatasi tantangan pembelajaran di daerah.

* * *

 

Temu INOVASI #8: Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Literasi Dasar yang Berkualitas