Rapat Tim Pembina Program INOVASI: Empat Kabupaten Sedaratan Sumba dan Provinsi NTT Siap Ber-INOVASI

Kupang, 27 Juni 2019 – Tim Pembina Program (Steering Committee) Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia, mengadakan pertemuan pada Kamis, 27 Juni 2019. Pertemuan yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur Provinsi NTT ini mengusung tema “Kesiapan Kabupaten Sedaratan Sumba dalam Pelembagaan Hasil Rintisan INOVASI Guna Peningkatan Hasil Belajar Anak-Anak Sumba.”

Diadakan sebanyak 3 kali sejak 2017, pertemuan kali ini membahas kesiapan 4 kabupaten sedaratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS­) dalam mengambil alih hasil program rintisan program INOVASI menjadi rutin-operasional. Hingga akhir 2018, program INOVASI telah melaksanakan 7 program rintisan di Pulau Sumba yaitu Literasi Dasar, Membaca di Kelas Awal, Perpustakaan Ramah Anak, Bahasa Ibu sebagai Bahasa Pengantar di Kelas Awal, Kepemimpinan dalam Pembelajaran, Guru BAIK, serta Pendidikan Inklusif.

Beberapa program tersebut telah menghasilkan bukti-bukti, baik yang terkait aspek peningkatan kompetensi guru maupun peningkatan mutu proses pembelajaran. Semua kabupaten mitra telah mengalokasikan dana pendamping untuk membiayai secara mandiri perluasan penerapan program rintisan ke sekolah atau gugus lain di luar mitra INOVASI. Untuk tahun 2019, total dana yang dianggarkan melalui APBD keempat kabupaten mencapai 7.6 miliar.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemendikbud, Moch. Abduh, sekaligus sebagai Ketua Unit Manajemen INOVASI (UMI) dalam sambutannya menyatakan bahwa hasil rintisan Program INOVASI sungguh memuaskan. Meski penuh tantangan, guru, kepala sekolah dampingan program membuktikan bahwa mereka mampu mengubah perilaku/pola pikir dari berpusat pada guru ke siswa. Namun demikian, lanjutnya, keberlanjutan program ini perlu dipastikan. “Tim Pembina Program INOVASI akan memberikan arahan tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten se-Sumba mengambil alih hasil rintisan program ini menjadi tugas rutin operasional di Sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten. Sementara Kemendikbud sebagai salah satu mitra utama siap memfasilitasi proses ini,” ungkapnya.

Pemaparan perkembangan program diawali oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang juga merupakan Ketua FPPS, dengan menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh anak-anak di Pulau Sumba serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu hasil belajar mereka. Selanjutnya, Basilius Bongeteku sebagai Penasihat Senior Implementasi Sub-Nasional Program INOVASI, memaparkan capaian program khususnya di Pulau Sumba sampai saat ini.

Pertemuan dihadiri oleh 68 peserta yang merupakan perwakilan para pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait lainnya seperti Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten sedaratan Sumba, Bappeda Provinsi NTT dan Kabupaten se-Sumba, Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan Kabupaten se-Sumba, Puspendik dan Puskurbuk Kemendikbud, DFAT Australia, Program INOVASI beserta mitra implementasi diantaranya CIS Timor, Taman Bacaan Pelangi, Yayasan Literasi Anak Indonesia, Suluh Insan Lestari, dan Sulinama.

Sebelumnya, FPPS telah mengadakan pertemuan koordinasi dimana keempat kabupaten se-Sumba menyatakan komitmennya untuk mengambil alih hasil rintisan Program INOVASI.

Pada pertemuan itu juga disusun langkah kongkrit dari masing-masing kabupaten dalam implementasi hasil rintisan program, serta mengusung 4 isu kebijakan untuk diangkat pada rapat Tim Pembina kali ini yaitu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), pembiayaan satuan pendidikan pro mutu pembelajaran, pembelajaran kelas rangkap, serta konektivitas hasil rintisan Program INOVASI antar kabupaten.

Mewakili DFAT Australia sebagai Second Secretary, Emma Blanch mengatakan “Indonesia dan Australia telah bertahun-tahun bekerjasama dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia karena ini berkontribusi langsung terhadap tenaga kerja yang kompetitif yang siap menghadapi tantangan abad 21 serta pertumbuhan ekonomi.” Ia juga menekankan bahwa peningkatan keterampilan literasi dasar sangat penting bagi anak-anak karena ini menjadi modal bagi mereka untuk tumbuh dan belajar.

Agar capaian, hasil, dampak dan jangkauan program lebih luas dan berjangka-panjang, perlu dukungan berbagai pihak khususnya pengambil kebijakan tingkat provinsi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra yang mewakili Gubernur Provinsi NTT, Jamaluddin Ahmad menyambut baik dan menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dalam pelembagaan hasil rintisan Program INOVASI. “Pemerintah Provinsi NTT, berharap banyak agar keberhasilan di Sumba bisa disebarluaskan di 19 kabupaten/kota lainnya di NTT. Sebagai mitra koalisi kami siap untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan dengan Kedutaan Besar Australia; baik melalui MoU yang ada ataupun dalam bentuk kerjasama yang baru. Demi keberhasilan anak-anak NTT pada abad 21,” harapnya.

Di Provinsi NTT, pencanangan Program INOVASI dilakukan pada tanggal 2 November 2017 di Kupang, NTT melalui penandatangan MoU oleh Gubernur Provinsi NTT, Frans Lebu Raya, dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno. Kemitraan tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur dan Keputusan 4 Bupati di Sumba tentang Pembentukan Tim Pembina/Tim Teknis Program INOVASI Provinsi dan 4 kabupaten mitra Program INOVASI.

Rapat Tim Pembina Program INOVASI: Empat Kabupaten Sedaratan Sumba dan Provinsi NTT Siap Ber-INOVASI