Pakar Literasi Berkumpul di Tarakan untuk Cari Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Tarakan, 16 Juli 2018 – Universitas Borneo Tarakan (UBT) bekerjasama dengan program kemitraan pendidikan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Seminar Nasional Pembelajaran Literasi Kelas Awal dengan tema “Mencerdaskan Indonesia dari Kelas Awal.” Seminar ini dilaksakan pada 16-18 Juli 2018 di Auditorium Gedung Rektor UBT di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Seminar ini bertujuan untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas awal.

“Kami menghadirkan ahli literasi kelas awal, dari dalam dan luar negeri untuk berbagi pengalaman mengatasi masalah rendahnya kemampuan membaca di sekolah dasar. Kami berharap seminar ini bisa memberikan rekomendasi kepada semua pemangku kepentingan,” terang Prof. Dr. Drs. Adri Patton, M.Si, rektor UBT. Lebih lanjut Adri mengatakan, dibutuhkan intervensi agar keterampilan membaca anak-anak kelas awal meningkat. Ketersediaan buku yang relevan, metodologi mengajar yang efektif, sumber daya guru yang berkualitas dan kesempatan untuk membaca; merupakan kunci penting untuk membantu anak terampil membaca. Menghadirkan semua aspek ini membutuhkan kerja sama pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

Moch Abduh, Ph.D, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud menekankan pentingnya literasi dasar bagi anak Indonesia. “Abad 21 merupakan era informasi. Ada 16 keterampilan abad 21 yang wajib dikuasai anak didik kita agar mereka bisa bersaing secara global. Dari 16 keterampilan itu, enam keterampilan merupakan keterampilan literasi dasar yaitu: (1) Literasi membaca, (2) Numerasi, (3) Literasi Sains, (4) Literasi ICT, (5) Literasi Finansial, dan (6) Literasi Kebudayaan dan Kewarganegaraan. Keenam keterampilan literasi itu fondasinya adalah keterampilan baca-hitung-tulis.”

 

Sebagai kemitraan penting antara Australia dan Indonesia, program INOVASI berupaya untuk meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa jenjang sekolah dasar. “Kami percaya bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia, karena hal ini berkontribusi langsung terhadap pembangunan manusia dan masyarakat, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif. Kami sangat bangga, dapat turut memberikan dukungan, salah satunya melalui program INOVASI,” ujar Michelle Lowe, Konselor Bidang Pembangunan Manusia, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Kedutaan Besar Australia Jakarta.

Mary Fearnley-Sander, Ph.D, Penasihat Strategi dan Perencanaan program INOVASI berkata, keterampilan literasi berkontribusi besar untuk mengembangkan kemampuan anak berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills-HOTS). “Dibutuhkan perubahan kebijakan guna mendorong guru mampu mengubah proses pembelajaran serta memperkuat dukungan sekolah dan masyarakat agar bisa mencapai dua tujuan literasi di Indonesia. Tujuan yang pertama adalah peningkatkan level literasi yang lebih kompetitif, dan kedua adalah pengembangan seluruh potensi anak melalui penumbuhan budi pekerti di sekolah.”

Meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar menjadi tantangan pendidikan di Indonesia. Hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) tahun 2016 yang dilakukan Kemendikbud menunjukkan, 46,83% siswa SD masih belum terampil membaca. Di sisi lain, keterampilan membaca adalah kunci bagi anak bisa belajar dan berkembang. Hanya dengan terampil membaca, anak bisa mempelajari semua mata pelajaran. Terampil membaca maksudnya anak mampu membaca, paham isi bacaan yang dibacanya, dan mampu mengembangkan isi bacaan itu dengan bahasa sendiri.

Pakar Literasi Berkumpul di Tarakan untuk Cari Solusi Tingkatkan Mutu Pendidikan