Rapat Ke-4 Tim Pembina (Steering Committee) Program INOVASI di Provinsi NTT

Kupang, 15 Mei 2020 – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Josef Nae Soi, M.M., membuka Rapat Tim Pembina (Steering Committee Meeting) program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Jum’at (15/05) pagi ini. Rapat yang digelar melalui moda daring (dalam jaringan) tersebut mengusung tema “Menyongsong Kemitraan INOVASI Fase II Periode Juli 2020 – Desember 2023”.

Dari Kantor Gubenur Provinsi NTT, Wakil Gubernur Josef menyampaikan dalam sambutan pembuka apresiasinya pada pencapaian program INOVASI dan mendukung penyebarluasan program ke sekolah-sekolah yang belum dijangkau. “Saya berterima kasih karena INOVASI telah membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dasar di empat kabupaten sedaratan Sumba,” kata Wakil Gubernur Josef, “Dan kita semua berkomitmen untuk menyebarluaskan keberhasilan di Sumba ke 18 kabupaten/kota lainnya.”

Hadir pada kesempatan ini, Michelle Lowe selaku CounsellorHuman Development dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Dalam sambutannya, Michelle mengatakan bahwa Pemerintah Australia senantiasa mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia termasuk dalam situasi sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Monitoring Bersama di Kabupaten Sidoarjo dan Probolinggo Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Jawa Timur

Pada 6-8 Agustus 2019 dilaksanakan monitoring bersama di 2 kabupaten mitra INOVASI di Jawa Timur yakni Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Probolinggo. Kegiatan monitoring bersama ini diikuti oleh para pemangku pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, The Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Besar Australia, baik ditingkat pusat, provinsi, dan kabupaten.

Tujuan kegiatan monitoring bersama ini adalah agar para pemangku kepentingan dapat melihat dan memantau secara langsung, memberikan masukan, perbaikan, dan penguatan terhadap implementasi dan penyebarluasan hasil rintisan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di Jawa Timur, khususnya di 2 kabupaten yang akan dikunjungi.

Di Kabupaten Sidoarjo, Tim Monitoring Bersama akan mengunjungi SDN Ngampelsari Kecamatan Candi, MI Ma’arif Candi, dan MI Darussalam Kecamatan Candi. Di 3 sekolah ini, tim akan melihat implementasi rintisan program numerasi yang telah dilaksanakan sejak Agustus 2018 melalui penguatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Candi. Tim juga akan melihat kegiatan KKG madrasah yang berlangsung di MI Darussalam.

Di Kabupaten Probolinggo, Tim Monitoring Bersama akan mengunjungi 2 kecamatan yakni Kecamatan Paiton yang telah melaksanakan rintisan program literasi, dan Kecamatan Sukapura yang telah melaksanakan rintisan program kelas rangkap / multigrade. Di Kecamatan Sukapura, tim akan mengunjungi SDN Sukapura III untuk melihat implementasi program kelas rangkap. Kemudian dilanjutkan ke SDN Ngadisari II untuk melihat kegiatan KKG kelas rangkap di Kecamatan Sukapura.

Sedangkan di Kecamatan Paiton, tim akan mengunjungi MI Raudlatul Munadhirin dan SDN Sukodadi I untuk melihat secara langsung implementasi program literasi dan kegiatan KKG di kedua sekolah tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE memberikan apresiasi atas Program INOVASI yang fokus pada pembelajaran kelas rangkap dan literasi yang dilaksanakan Kabupaten Probolinggo.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia atas program INOVASI berupa kelas rangkap dan literasi. Di beberapa sekolah yang telah mengaplikasikan program ini, ternyata guru dan murid luar biasa semangat dan menyampaikan ucapan terima kasih, karena hal ini merupakan hal baru di Kabupaten Probolinggo. Program ini mampu membuka wawasan dan semangat baru, terutama bagi guru, murid dan orang tua di Kabupaten Probolinggo,” kata Bupati Tantri.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah S.H, M.Hum mengungkapkan dukungannya terhadap Program INOVASI di Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam bidang numerasi. Menurutnya kehadiran program pendidikan seperti INOVASI yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya para guru di Kabupaten Sidoarjo.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Ec. Asrofi, MM, MH mengungkapkan, selama ini dunia pendidikan masih fokus pada capaian literasi Indonesia yang rendah. “Padahal numerasi justru peringkatnya lebih rendah disanding dengan capaian literasi sehingga kami mendukung penerapan program numerasi di Kabupaten Sidoarjo,” terangnya.

Menurut Direktur Program INOVASI Mark Heyward, potensi praktik menjanjikan yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Sidoarjo dan Probolinggo merupakan contoh praktik menjanjikan yang sangat layak diadopsi tidak hanya untuk skala kabupaten / kota, namun juga skala nasional. “Kami berharap hasil monitoring bersama yang dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan dapat memberikan hasil yang positif dan dapat menjadi contoh untuk wilayah lainnya,” terangnya.

Emma Blanch, Second Secretary dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta berkata, “Pemerintah Australia dan Indonesia telah bekerja bersama selama lebih dari 10 tahun untuk memperkuat sistem pendidikan di Indonesia dan INOVASI adalah contoh terbaru dari kemitraan kami. Kegiatan program rintisan INOVASI di Jawa Timur mencari tahu apa yang berhasil dan tidak berhasil untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Memperkuat hasil pembelajaran literasi dan numerasi di ruang kelas, dan menangani masalah-masalah utama seperti pembelajaran kelas rangkap, dapat berkontribusi untuk membangun sumber daya manusia Indonesia untuk masa depan.”

Kunjungan Wakil Duta Besar Australia ke Probolinggo Menemui Pimpinan Daerah serta Guru dan Tenaga Kependidikan

Probolinggo, 17 Juli 2019 – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, hari ini melakukan kunjungan ke kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pada kesempatan tersebut, kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) di salah satu sekolah mitra program, yaitu SD Negeri Sukodadi 2 Kecamatan Paiton, serta untuk bertemu langsung dengan para mitra program yaitu para guru, kepala sekolah, pengawas serta perwakilan pemerintah daerah.

Melalui Program INOVASI, pemerintah Australia dan Indonesia bekerja sama untuk memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam hal literasi dan numerasi. Berbagai program rintisan INOVASI berfokus pada cara-cara untuk meningkatkan pembelajaran literasi dan numerasi di SD/MI kelas awal, baik itu melalui penguatan praktik di ruang kelas, meningkatkan dukungan kepada guru, dan memastikan bahwa semua anak di kelas dapat belajar dengan baik. Seluruh proses mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi program terus menerus dievaluasi, didokumentasikan dalam berbagai jenis materi dan dibagikan secara luas.

“Pemerintah Australia dan Indonesia telah bekerja bersama selama lebih dari 10 tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia, dan program INOVASI adalah salah satu bentuk dari kemitraan kami,” kata Allaster Cox, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia.

“Berbagai program rintisan yang dilaksanakan INOVASI di Jawa Timur berupaya mencari tahu apa saja cara yang berhasil, dan juga tidak berhasil, meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Memperkuat hasil pembelajaran siswa dalam hal kemampuan literasi akan memberi kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.”

Probolinggo merupakan satu satu dari lima kabupaten/kota mitra INOVASI di Jawa Timur. Mitra-mitra lainnya termasuk Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sumenep, dan Kota Batu.

Kemitraan program dengan Kabupaten Probolinggo dimulai sejak tahun 2017, yaitu sejak INOVASI melakukan studi pemetaan praktik pembelajaran inovatif di Jawa Timur. Hasil dari studi tersebut mengidentifikasi banyak praktik-praktik yang menjanjikan di Jawa Timur, termasuk di antaranya inovasi pengajaran dan pembelajaran di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan hasil dari studi tersebut, program rintisan dengan fokus pada literasi kelas awal dan pengajaran dan pembelajaran kelas rangkap (multigrade teaching) pun diimplementasikan di Kabupaten Probolinggo. INOVASI juga bermitra dengan Kolaborasi Literasi Bermakna (KLB) dalam mengimplementasikan program rintisan literasi kelas awal.

Dalam kunjungan hari ini, para guru dari Kecamatan Sukapura dan Paiton juga menampilkan hasil karya dan inovasi mereka khususnya dalam bidang literasi dan penerapa kelas rangkap. Para guru dari Sukapura menunjukkan bagaimana mereka mengimplementasikan kelas rangkap melalui pemetaan kurikulum sehingga dua kelas dapat belajar bersama-sama dalam satu kelas. Sementara itu, para guru dari Kecamatan Paiton implementasi literasi, salah satunya adalah ‘Klinik Baca’ yang mereka buat, untuk menangani siswa kelas awal yang masih mengalami kesulitan membaca agar dapat lebih mahir membaca dan memahami isi bacaan.

Rapat Tim Pembina Program INOVASI: Empat Kabupaten Sedaratan Sumba dan Provinsi NTT Siap Ber-INOVASI

Kupang, 27 Juni 2019 – Tim Pembina Program (Steering Committee) Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia, mengadakan pertemuan pada Kamis, 27 Juni 2019. Pertemuan yang berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur Provinsi NTT ini mengusung tema “Kesiapan Kabupaten Sedaratan Sumba dalam Pelembagaan Hasil Rintisan INOVASI Guna Peningkatan Hasil Belajar Anak-Anak Sumba.”

Diadakan sebanyak 3 kali sejak 2017, pertemuan kali ini membahas kesiapan 4 kabupaten sedaratan Sumba dan Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS­) dalam mengambil alih hasil program rintisan program INOVASI menjadi rutin-operasional. Hingga akhir 2018, program INOVASI telah melaksanakan 7 program rintisan di Pulau Sumba yaitu Literasi Dasar, Membaca di Kelas Awal, Perpustakaan Ramah Anak, Bahasa Ibu sebagai Bahasa Pengantar di Kelas Awal, Kepemimpinan dalam Pembelajaran, Guru BAIK, serta Pendidikan Inklusif.

Beberapa program tersebut telah menghasilkan bukti-bukti, baik yang terkait aspek peningkatan kompetensi guru maupun peningkatan mutu proses pembelajaran. Semua kabupaten mitra telah mengalokasikan dana pendamping untuk membiayai secara mandiri perluasan penerapan program rintisan ke sekolah atau gugus lain di luar mitra INOVASI. Untuk tahun 2019, total dana yang dianggarkan melalui APBD keempat kabupaten mencapai 7.6 miliar.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemendikbud, Moch. Abduh, sekaligus sebagai Ketua Unit Manajemen INOVASI (UMI) dalam sambutannya menyatakan bahwa hasil rintisan Program INOVASI sungguh memuaskan. Meski penuh tantangan, guru, kepala sekolah dampingan program membuktikan bahwa mereka mampu mengubah perilaku/pola pikir dari berpusat pada guru ke siswa. Namun demikian, lanjutnya, keberlanjutan program ini perlu dipastikan. “Tim Pembina Program INOVASI akan memberikan arahan tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten se-Sumba mengambil alih hasil rintisan program ini menjadi tugas rutin operasional di Sekolah, Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten. Sementara Kemendikbud sebagai salah satu mitra utama siap memfasilitasi proses ini,” ungkapnya.

Pemaparan perkembangan program diawali oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang juga merupakan Ketua FPPS, dengan menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh anak-anak di Pulau Sumba serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu hasil belajar mereka. Selanjutnya, Basilius Bongeteku sebagai Penasihat Senior Implementasi Sub-Nasional Program INOVASI, memaparkan capaian program khususnya di Pulau Sumba sampai saat ini.

Pertemuan dihadiri oleh 68 peserta yang merupakan perwakilan para pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait lainnya seperti Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten sedaratan Sumba, Bappeda Provinsi NTT dan Kabupaten se-Sumba, Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan Kabupaten se-Sumba, Puspendik dan Puskurbuk Kemendikbud, DFAT Australia, Program INOVASI beserta mitra implementasi diantaranya CIS Timor, Taman Bacaan Pelangi, Yayasan Literasi Anak Indonesia, Suluh Insan Lestari, dan Sulinama.

Sebelumnya, FPPS telah mengadakan pertemuan koordinasi dimana keempat kabupaten se-Sumba menyatakan komitmennya untuk mengambil alih hasil rintisan Program INOVASI.

Pada pertemuan itu juga disusun langkah kongkrit dari masing-masing kabupaten dalam implementasi hasil rintisan program, serta mengusung 4 isu kebijakan untuk diangkat pada rapat Tim Pembina kali ini yaitu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), pembiayaan satuan pendidikan pro mutu pembelajaran, pembelajaran kelas rangkap, serta konektivitas hasil rintisan Program INOVASI antar kabupaten.

Mewakili DFAT Australia sebagai Second Secretary, Emma Blanch mengatakan “Indonesia dan Australia telah bertahun-tahun bekerjasama dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Kami percaya bahwa kualitas pendidikan sangat penting bagi Indonesia karena ini berkontribusi langsung terhadap tenaga kerja yang kompetitif yang siap menghadapi tantangan abad 21 serta pertumbuhan ekonomi.” Ia juga menekankan bahwa peningkatan keterampilan literasi dasar sangat penting bagi anak-anak karena ini menjadi modal bagi mereka untuk tumbuh dan belajar.

Agar capaian, hasil, dampak dan jangkauan program lebih luas dan berjangka-panjang, perlu dukungan berbagai pihak khususnya pengambil kebijakan tingkat provinsi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra yang mewakili Gubernur Provinsi NTT, Jamaluddin Ahmad menyambut baik dan menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dalam pelembagaan hasil rintisan Program INOVASI. “Pemerintah Provinsi NTT, berharap banyak agar keberhasilan di Sumba bisa disebarluaskan di 19 kabupaten/kota lainnya di NTT. Sebagai mitra koalisi kami siap untuk terus bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan dengan Kedutaan Besar Australia; baik melalui MoU yang ada ataupun dalam bentuk kerjasama yang baru. Demi keberhasilan anak-anak NTT pada abad 21,” harapnya.

Di Provinsi NTT, pencanangan Program INOVASI dilakukan pada tanggal 2 November 2017 di Kupang, NTT melalui penandatangan MoU oleh Gubernur Provinsi NTT, Frans Lebu Raya, dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno. Kemitraan tersebut ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur dan Keputusan 4 Bupati di Sumba tentang Pembentukan Tim Pembina/Tim Teknis Program INOVASI Provinsi dan 4 kabupaten mitra Program INOVASI.

INOVASI Gandeng 17 Mitra Pendidikan di Indonesia

Pemerintah Indonesia dan Australia bekerja sama di bidang pendidikan dengan membuat lembaga INOVASI. Di dalam lembaga tersebut telah menggandeng 17 mitra non pemerintahan dalam program rintisan mutu pendidikan yang fokus pada literasi, numerasi dan pendidikan inklusi di empat provinsi. “Keempat provinsi ini dipilih bukan karena memiliki kekurangan atau kelemahan di bidang pendidikan, tetapi sudah menjadi kesepakatan bersama dalam program ini,” kata Direktur Program INOVASI Mark Heyward dalam seminar Partnerships for Learning ll di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu 7 November 2018.

INOVASI Bantu Tingkatkan Mutu Pendidikan di Indonesia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong mutu pendidikan. Salah satunya dengan membangun kemitraan dengan Pemerintah Australia. Kerjasama yang dilakukan tersebut, adalah untuk membuat program belajar mengajar yang mudah dipahami dan menyenangkan. Kemitraan tersebut ditandai dengan diluncurkannya program lnovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pada acara Seminar Partnerships for Learning ll di Kota Surabaya.

INOVASI menandatangani perjanjian kemitraan baru dengan LSM dan organisasi pendidikan di Indonesia

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, telah memilih 17 organisasi non-pemerintah (LSM dan yayasan) dan universitas atau lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai mitra INOVASI dalam melaksanakan berbagai program rintisan peningkatan mutu pendidikan. Mitra-mitra tersebut adalah: CIS Timor, Dompet Dhuafa, Edukasi 101, Forum Lingkar Pena, Sahabat Pulau Indonesia, Jaringan Semua Murid Semua Guru, SIL, Taman Bacaan Pelangi, Universitas Bina Nusantara (BINUS), Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), Litara-OPOB, dan Yayasan Sulinama.

Kemitraan ini secara resmi diluncurkan pada acara Seminar Partnerships for Learning II yang diselenggarakan minggu ini di Surabaya. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Moch Abduh, PhD, dan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Dr. Awaluddin Tjalla. Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten mitra INOVASI, para mitra terpilih, serta para praktisi dan penggiat pendidikan.

NU dan Muhammadiyah Sepakat Majukan INOVASI Praktik Pembelajaran Baik

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, menandatangani perjanjian kerjasama dengan 2 organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Muhammadiyah. Ini merupakan suatu bentuk kemitraan baru yang dilakukan dalam rangka memperkuat mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam hal meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa jenjang pendidikan dasar.

Sumba Alokasikan Dana APBD untuk Adopsi Program INOVASI

Program pendidikan INOVASI yang efektif berjalan pada awal tahun 2018 mendapatkan apresiasi yang amat baik dari pemerintah daerah Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah. Ini terbukti dengan komitmen mereka mengalokasikan dana APBD yang cukup besar untuk mengadopsi atau mendiseminasi program pendidikan bantuan dari pemerintah Australia tersebut. Empat daerah yang menurut penelitian ACDP 2016 memiliki tingkat literasi dan numerasi yang cukup rendah ini melihat program INOVASI menjadi salah satu cara menjawab tantangan tersebut. Bahkan Pemda Sumba Timur bersedia mengalokasikan dana sebesar 1,3 milyar untuk menularkan program tersebut ke pendidik-pendidik lain yang belum terkena program.

Endang Kusniati, Mengubah Momok Matematika Jadi Menyenangkan

Pelajaran matematika adalah momok bagi banyak pelajar. Tapi Endang Kusniati, seorang guru di SD Negeri Gelam 2 Sidoarjo, punya cara membuat matematika menjadi menyenangkan. Ia membuat alat peraga untuk membantu siswa kelas 1 dan 2 memahami konsep matematika dengan mudah. Menurutnya, bila murid sudah paham konsepnya, mereka akan mudah mengerjakan soal matematika. “Pemahaman konsep ini harus dibentuk dari awal, jadi kalau ada soal dengan aneka bentuk tetap bisa dijawab. Apapun pertanyaannya,” katanya dalam sebuah acara peningkatan mutu pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kamis 4 Oktober 2018.