Serah Terima Sekolah Bambu Ramah Anak dari INOVASI ke Kabupaten Lombok Utara

Sebagai salah satu dari enam kabupaten mitra INOVASI di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lombok Utara telah menghadapi cobaan yang berat karena gempa bumi pada awal Agustus 2018.

Ketika gempa melanda, komunitas lokal, sekolah dan guru terdampak, sehingga pengajaran dan pembelajaran terganggu sementara. Gempa susulan terus berlanjut selama berminggu-minggu setelahnya, dirasakan oleh siswa dan guru. Semua 21 sekolah mitra INOVASI rusak, sehingga dibutuhkan ruang kelas dan tempat tinggal sementara, dan strategi untuk bisa kembali belajar.

Dalam semangat mencari solusi lokal untuk isu-isu lokal dalam pendidikan, INOVASI mulai bekerja dengan cepat dengan para pemangku kepentingan setempat untuk merancang strategi baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan setelah gempa. Ini termasuk konseling psikososial dan pendidikan untuk siswa dan komunitas yang terkena dampak, dan pembangunan sekolah darurat dengan material bambu.

Minggu lalu pada hari Jumat, 5 April, tonggak sejarah baru dicapai dalam perjalanan pemulihan Lombok Utara yang sedang berlangsung. Dipimpin oleh Program Director, Mark Heyward, INOVASI menyerahkan 13 unit sekolah bambu kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara pada hari Jumat, 5 April 2019. Bertempat di SDN 8 Sokong, acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara, Kepala UPTD Tanjung, Kepala UPTD Pemenang, pengawas, para kepala SD & MI, Provincial Manager INOVASI NTB dan tim, serta media.

Dalam sambutannya, Mark Heyward menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara atas kerjasamanya sehingga pembangunan sekolah bambu bisa diselesaikan dengan baik. Sejak tahun 2017, INOVASI telah bekerja membantu Kabupaten Lombok Utara dalam peningkatan mutu pendidikan dasar. Berbagai program rintisan yang telah dilakukan di Lombok Utara antara lain Gema Literasi (kemitraan dengan Save the Children Indonesia), Guru BAIK, Peningkatan Literasi Dasar (PELITA), dan Saya Suka Membaca (kemitraan dengan Yayasan Tunas Aksara).

Provincial Manager INOVASI di NTB, Edy Herianto mengatakan bahwa fokus INOVASI di Lombok Utara meluas setelah gempa bumi. Ketika program rintisan Peningkatan Literasi Dasar berhenti sementara setelah gempa, INOVASI mencari cara untuk membantu membangun sekolah sehingga anak-anak dapat segera kembali ke sekolah. Bambu dipilih sebagai bahan utama karena dianggap lebih aman daripada rangka baja – dan bersumber secara lokal. Sekolah bambu dimaksudkan untuk membuat anak-anak lebih nyaman dalam belajar, memastikan mereka merasa aman dari gempa bumi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dr. Fauzan, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada INOVASI atas semua upaya yang dilakukan dalam membantu peningkatan mutu pendidikan di Lombok Utara. “Program rintisan INOVASI telah memberikan dampak yang siginifikan pada sekolah-sekolah mitra,” ia berkata.

Dukungan INOVASI kepada sekolah tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri, tetapi juga kepada Madrasah Ibtidaiyah. 12 sekolah yang mendapatkan bantuan sekolah bambu ini adalah SDN 1 Malaka, SDN 2 Malaka, SDN 5 Malaka, SDN 6 Malaka, SDN 3 Pemenang Barat, SDN 8 Sokong, MI Hidayaturrahman NW Menggala, MI Syamsul Huda Lekok, MI Ijtihadul Islamiyah Karang Kendal, MI Riyadul Jannah NW Penjor, MI Nurul Hodayah NW Rempek, dan MI Nurul Huda Gondang. Satu sekolah bambu juga didirikan di Kantor UPTD Tanjung.

“Sejak awal INOVASI telah memberikan dukungan kepada Madrasah Ibtidaiyah. Ini tentu saja sejalan dengan Program Bupati Lombok Utara dalam mewujudkan pendidikan berkeadilan di Lombok Utara,” kata District Facilitator INOVASI di Kabupaten Lombok Utara, Anhar Putra Iswanto.

Serah Terima Sekolah Bambu Ramah Anak dari INOVASI ke Kabupaten Lombok Utara