Program rintisan Guru BAIK siap untuk membuat perubahan nyata untuk pembelajaran di Lombok Tengah

Setelah menandatangani kemitraan tingkat provinsi resmi pertamanya dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) di pertengahan 2016, program INOVASI melaksanakan program rintisan pertamanya di Kabupaten Lombok Utara dan Sumbawa di paruh pertama 2017. Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, dan Kontekstual) merupakan pengejawantahan dari namanya: aspiratif, inklusif, dan pembelajaran secara kontekstual. Dengan kata lain, guru-guru yang baik adalah mereka yang mau belajar dan bersedia menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan kontekstual untuk para siswanya. Program rintisan ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh INOVASI di Kabupaten Lombok Tengah dan akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat ini. Sebelum implementasi, INOVASI bersama dengan pemangku kepentingan di Lombok Tengah memberikan sosialisasi tentang program rintisan tersebut kepada para kepala dan pengawas sekolah yang menjadi sasaran program.

Di Lombok Tengah, program rintisan Guru BAIK saat ini sedang dilaksanakan dengan pendanaan dari pemerintah daerah dan dukungan teknis dari INOVASI. Pelatihan guru dimulai pada bulan September. Dengan berakhirnya program rintisan Guru BAIK, diharapkan bahwa para guru mampu mengidentifikasi masalah pembelajaran utama di kelas mereka, dan mengembangkan skenario dan rencana pembelajaran untuk membantu meningkatkan pembelajaran bagi siswa. Lokakarya kelima dan terakhir diadakan bulan lalu. Diselenggarakan setiap hari Jumat dan Sabtu, lokakarya dilaksanakan di kecamatan dan kelompok kerja guru (KKG).

“Secara umum semua tahapan lokakarya, mulai dari lokakarya pertama sampai yang kelima sudah berjalan dengan cukup baik,” sebut Burdan, Fasilitator Daerah (Fasda) program rintisan Guru BAIK gugus Praya di SDN Tampar-Ampar, Praya Tengah.

Ia pun mengaku, ada perubahan yang cukup signifikan terkait pola pikir para guru, terutama dalam hal pola pengajaran di dalam kelas. Kini, guru tidak lagi monoton saat memberikan materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi jauh lebih inovatif. Sebelum lokakarya, guru tidak begitu memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan apakah menarik atau tidak bagi muridnya. Sekarang, guru berupaya menyampaikan materi pembelajaran semenarik mungkin sehingga murid tertarik mengikuti materi pembelajaran tersebut.

“Satu hal penting, setelah lokakarya program rintisan Guru BAIK ini, pola pikir guru jadi lebih terbuka. Guru sekarang lebih inovatif dalam memberikan materi pembelajaran bagi murid. Tidak lagi monoton, hanya dengan ceramah saja,” ujarnya.

Pada tahap akhir lokakarya, guru dilatih melakukan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Guru juga dilatih agar terbiasa membuat perencanaan dan evaluasi di setiap akhir pembelajaran. Setelah lokakarya, dilakukan pemantauan dan evaluasi oleh tim Fasda program rintisan Guru BAIK.

“Mengapa pemantuan dan evaluasi tetap dilakukan? Untuk memastikan kalau guru sudah bisa menerapkan materi pelatihan yang diberikan di dalam kelas. Pada akhirnya nanti, program rintisan Guru BAIK ini bisa diaplikasikan dengan baik di sekolah masing-masing,” terang Burdan.

Melihat dampak positif dari program rintisan Guru BAIK tersebut, maka sudah selayaknya program tersebut terus dilanjutkan di masa yang akan datang oleh pemerintah daerah. Mengingat, belum seluruh sekolah di Lombok Tengah yang menerapkannya. Baru beberapa sekolah saja.

“Ke depan kita berharap program rintisan Guru BAIK ini jangan hanya sampai di sini saja. Karena sangat baik dan besar dampaknya bagi para guru. Di mana guru diajarkan bagaimana cara memberikan materi pembelajaran yang baik bagi muridnya,” tambah Hilmiza Omniah Faozan, peserta lokakarya.

“Untuk proses jalannya lokakarya sudah sangat baik. Dan, kami selaku guru sangat terbantu dengan program rintisan Guru BAIK ini,” tegasnya. Ia juga berharap bahwa kegiatan tersebut dapat menyebar ke sejumlah sekolah mitra yang jauh lebih besar. Guru BAIK adalah program untuk semua guru.

Program rintisan Guru BAIK siap untuk membuat perubahan nyata untuk pembelajaran di Lombok Tengah