Pemkab Sumbawa Berkomitmen Dukung Program Rintisan INOVASI

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan yang tinggi atas pelaksanaan berbagai program rintisan INOVASI. Dalam tahun 2018 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa mengalokasikan Rp 175 juta untuk mendukung pelaksanaan program INOVASI di beberapa kecamatan.

Dana yang bersumber dari APBD Sumbawa tersebut  dikucurkan untuk membiayai program percepatan keaksaraan daerah kepulauan yang merupakan replikasi program rintisan Gema Literasi dan Guru BAIK (Belajar–Aspiratif–Inklusif– Kontekstual).

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni,   mengatakan, “Pemkab Sumbawa berkomitmen untuk terus memberikan dukungan mengingat program rintisan INOVASI berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Sumbawa.”

Menurut Irin, pendampingan program rintisan Guru BAIK yang dimulai sejak tahun 2017, menunjukkan hasil yang positif. Guru-guru yang terlibat dalam program mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya. “Kita memang melihat ada perubahan yang signifikan. Program ini mampu merubah cara pikir guru untuk berkembang lebih baik,” jelas Irin.

Hasil evaluasi yang dilakukan tim pemantauan Dinas Dikbud, di bawah Seksi Pembinaan Pendidik Pendidikan Dasar pada Desember  2017, menunjukkan bahwa kemampuan guru menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) lebih baik. Terlihat dari komponen dan sistematika RPP, prinsip penyusunan RPP dan langkah-langkah penyusunan RPP yang sudah semakin menunjukkan kualitas guru dan terbukti memang adalah karya dari guru tersebut. Berbeda dengan kondisi sebelumnya di mana guru lebih banyak mencontoh RPP dari situs pendidikan di internet.

Irin mengatakan guru-guru dampingan program saat ini tidak saja memposisikan dirinya sebagai pengajar dan pendidik tetapi juga sebagai pembelajar. “Perubahan lain terlihat dari kemampuan guru mengeksplorasi berbagai permasalahan dalam pembelajaran di kelas, mengidentifikasi kesulitan belajar anak, mengenali tantangan dan menemukan solusinya. Misalnya, sekarang guru sudah mulai melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara berkelanjutan ketika menemukan adanya permasalahan dalam pembelajaran di kelas. Melalui PTK guru meneliti sendiri praktek-praktek pembelajaran yang dilakukan selama ini di kelas apakah sudah efektif atau belum,” ia menjelaskan lebih lanjut.

Kepala Bidang pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, M Ali HK,S.Pd., M.Pd mengungkapkan guru-guru di Sumbawa, tidak hanya harus menjadi BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif dan Kontekstual) tetapi juga harus PASTI yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif.

Ia kemudian menjelaskan bahwa seorang guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas. Misalnya, memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik, tujuan yang jelas dalam pembelajaran, kemampuan komunikasi yang baik bersama orang tua murid, dan memahami secara utuh tentang kurikulum. “Guru inovatif adalah guru berkualitas yang mampu melakukan pembaharuan dengan ide dan menemukan konsep dalam rangka membangkitkan semangat besar anak didiknya untuk menjadi agen perubahan.”

Ali menjelaskan, saat ini lembaga pendidikan SD di Sumbawa sebanyak 361 yang tersebar di 24 kecamatan dengan jumlah siswa 45.956 orang atau sebanyak 2.392 Rombongan belajar (Rombel). Total jumlah guru SD sebanyak 4.371 orang terdiri dari PNS berjumlah 2.200 orang dan GTT sebanyak 2.171 orang. Guru-guru yang menjadi dampingan program rintisan Guru BAIK sampai saat ini hanya sekitar tiga persen dari jumlah guru PNS. “Jika dilihat dari jumlah guru yang terlibat di program memang masih sangat sedikit hanya sekitar 3 persen. Tetapi program ini sudah menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Fasilitator Kabupaten INOVASI di Kabupaten Sumbawa, Nurjannah, menjelaskan sampai dengan tahun 2018 INOVASI telah melakukan pendampingan Guru BAIK kepada 80 orang guru kelas awal dari 5 kecamatan yaitu kecamatan Batu Lante, Moyo Utara, Moyo Hilir, Lape dan Unter Iwes. “Dari 80 orang guru tersebut, 50 orang merupakan guru sasaran yang implementasi programnya dibiayai oleh INOVASI, sedangkan 30 lainnya dibiayai oleh APBD Kabupaten. Sumbawa tahun 2018,” katanya.

Dukungan Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa terlihat pada saat pelaksanaan lokakarya Guru BAIK yang melibatkan 30 orang guru dan kepala sekolah serta pengawas dari dua kecamatan yakni Kecamatan Lape dan Unter Iwes pada tanggal 11-12 Agustus 2018. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembiayaan APBD Sumbawa dan INOVASI.

Kepala SDN Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Darmatasia, S.Pd mengakui materi dan metode yang disampaikan dalam lokakarya ini menarik dan menyenangkan. “Lokakarya ini memotivasi para guru agar mampu mengembangkan diri dengan mengubah cara berpikir. Pola pikir yang berkembang pada diri  guru sangat diperlukan dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan pendidikan ke depan.”

Pendapat senada juga disampaikan Kamariah, Guru SDN No 2, Lape, Kecamatan Lape. Menurutnya, metode penyajian materi pada lokakarya variatif sehingga suasana kelas menjadi sangat dinamis. “Materi lokakarya yang sudah disampaikan membuka kesadaran saya bahwa ternyata profesi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena guru mempunyai kesempatan untuk merubah kehidupan siswanya dan akan selalu menjadi pahlawan bagi siswa.”

 

Pemkab Sumbawa Berkomitmen Dukung Program Rintisan INOVASI