Pemkab dan INOVASI merencanakan solusi untuk masalah pendidikan di Kabupaten Pasuruan

Sebanyak lima kabupaten/kota di Jawa Timur yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, dan Kota Batu kini bermitra dengan INOVASI. INOVASI adalah sebuah program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar khususnya dalam bidang literasi, numerasi, dan inklusi.

Pada tanggal 7-8 Agustus 2018, sejumlah pejabat daerah dari Kabupaten Pasuruan berkumpul dalam acara ‘Penyusunan Perencanaan Kegiatan Tingkat Kabupaten’ di Hotel Dalwa, Pasuruan. Pada pertemuan ini, penyusunan perencanaan kegiatan tingkat kabupaten menjadi topik pembahasan yang bertujuan membahas dan menggali akar permasalahan pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

Masalah-masalah terkait pendidikan di Kabupaten Pasuruan cukup banyak. Salah satunya dari hasil olahan data National Indicators for Education Planning (NIEP) 2018 yang menemukan bahwa Angka Mengulang Kelas untuk kelas awal (kelas 1, 2, dan 3 SD) Kabupaten Pasuruan lebih tinggi dibandingkan angka Provinsi Jawa Timur. “Hal ini bisa dikarenakan kemampuan calistung siswa khususnya kelas 1 sangat rendah sehingga perlu mengulang kelas,” kata Mustain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Untuk itu, program INOVASI akan bekerja di Kabupaten Pasuruan khususnya di bidang literasi dengan meningkatkan kemampuan membaca dan memahami bacaan siswa, melalui pelatihan guru kelas awal yang dilaksanakan di tingkat gugus dalam program Kelompok Kerja Guru (KKG) baik di MI dan SD.

Program INOVASI juga akan bekerja dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Pasuruan. Mohammad As’adul Anam, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan mengungkapkan, permasalahan utama MI di Kabupaten Pasuruan adalah sebanyak 67,3% guru MI atau sebanyak 1.829 guru MI belum tersertifikasi.

“Tingginya guru MI di Pasuruan yang belum tersertifikasi ini semoga tidak menyurutkan motivasi guru untuk meningkatkan kapasitas mereka,” harapnya. Dia mengungkapkan, MI mitra program rintisan INOVASI di Kabupaten Pasuruan akan menjadi sekolah acuan bagi MI lainnya.

Zainal Abidin, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai kabupaten dengan banyak industri besar, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi yang besar dalam penyerapan dana Corporate Social Responsibility (CSR). “Alangkah baiknya bila hal ini dapat difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sehingga perluasan program INOVASI ke depannya bisa melalui CSR,” terangnya.

Hal ini didukung oleh Hery Sri Wahyudi, Kasubid Pendidikan Bappeda Kabupaten Pasuruan. Ia akan memberikan usulan kepada pejabat terkait hal ini. Selain itu Bappeda sendiri sudah menyiapkan anggaran yang mendukung kegiatan Program INOVASI di tahun 2019 sambil menunggu usulan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Pemkab dan INOVASI merencanakan solusi untuk masalah pendidikan di Kabupaten Pasuruan