Jurnalis di Jawa Timur mengenal lebih dekat INOVASI dan upaya peningkatan mutu pendidikan

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama program INOVASI menggelar acara media briefing pada tanggal 4 Oktober bertajuk “Peningkatan Mutu Pendidikan di Jawa Timur.” Acara yang ditujukan untuk rekan-rekan media ini dihadiri oleh puluhan media cetak, online, termasuk televisi dari Surabaya dan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, Silvana Erlina selaku Provincial Manager INOVASI Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa media, staf humas, dan tim INOVASI dapat bersinergi untuk membangun komunikasi yang baik dan saling bertukar informasi positif terkait pendidikan agar inovasi pendidikan di daerah dapat tersampaikan pada masyarakat sekaligus mampu menginspirasi yang lain.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman yang turut hadir di acara ini menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat kami dukung dalam rangka membangun hubungan yang positif antara media, Dinas Pendidikan, dan INOVASI. Kami berharap dengan adanya forum ini, terbangun komunikasi dan informasi yang positif dan saling melengkapi. Apalagi mengingat keterbukaan informasi saat ini, justru dibutuhkan komunikasi yang intens supaya informasi yang disampaikan valid dan benar,” terang Saiful.

Hadirnya program INOVASI dan dukungan media tentunya dapat mendukung tersampaikannya inovasi-inovasi pendidikan ini kepada khalayak. “Program INOVASI yang memiliki fokus pada pendidikan dasar dapat membantu kami untuk menggali inovasi-inovasi pendidikan di tingkat sekolah. Sementara keberadaan dan dukungan media mampu menjadi alat penyampai inovasi-inovasi kepada masyarakat. Kami yang akan mendokumentasikan inovasi-inovasi pendidikan di Jawa Timur dan menyimpannya sebagai kekayaan informasi,” ujar Ramliyanto, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, para peserta juga diberikan pendalaman tentang cara berpikir yang berkembang (growth mindset) sehingga mengubah pola pikir mereka ke arah yang lebih baik dan membangun. Selain itu, para pekerja media juga berkesempatan menyimak pemaparan langsung temuan-temuan inovasi dalam media pembelajaran dari para guru, sebagai implementasi langsung program INOVASI.

Seperti salah satunya yang disampaikan oleh Endang Kusniati, guru SDN Gelam 2 Sidoarjo dengan temuan media sederhana dalam mengajar. Saat kegiatan tersebut, ia hadir dengan membawa botol air mineral bekas yang dipasang di sebuah papan dan wadah penampung kelereng yang dipasang di bagian bawah. Siapa sangka, dengan media yang sederhana ini, ternyata Endang mampu mengajarkan Matematika dengan lebih menyenangkan pada siswanya di kelas awal .

“Botol mineral ini pada bagian bawahnya saya lubangi dan dipasang menggantung di papan. Selanjutnya, dengan memasukkan kelereng ke botol, siswa bisa mengerjakan soal matematika secara mudah. Misalnya 5 x 2 maka siswa menyiapkan dua botol kosong dan memasukkan 5 kelereng ke masing-masing botol sehingga turun ke wadah dibawah botol. Hasilnya, siswa dapat menghitung jumlah kelereng yakni 10 kelereng untuk menjawab soal perkalian 5 x 2 = 10,” kata Endang menjelaskan.

Rupanya temuan media sederhana yang luar biasa ini keluar dari kegelisahan Endang ketika mengajarkan matematika kepada siswa kelas awal yang ternyata tidak mudah. Dengan konteks lokal, yakni mengamati barang bekas di sekitarnya yang tidak terpakai, Endang kemudian memiliki solusi dengan memanfaatkan barang-barang bekas tersebut menjadi media pembelajaran Matematika yang sederhana namun menyenangkan bagi siswa.

“Bahkan saat jam istirahat, beberapa siswa masih penasaran memainkan media-media pembelajaran matematika ini untuk mengisi jam istirahat,” tutur Endang.

Media pembelajaran yang dibuat Endang langsung membuat decak kagum para peserta yang terdiri dari jurnalis dan staf humas lembaga dan instansi terkait pendidikan di Jawa Timur. Beberapa peserta malah mencoba media pembelajaran hasil temuan Endang. “Ini ide yang sangat menarik dan luar biasa. Saya bisa menirunya untuk anak-anak saya di rumah,” ungkap Nani Mashita, jurnalis dari jatimnet yang asyik mencoba media pembelajaran itu.

Pendekatan-pendekatan seperti inilah yang digunakan oleh program INOVASI untuk mendampingi kabupaten/kota mitra, yaitu memetakan masalah pendidikan dan menemukan solusi dengan konteks lokal.

Jurnalis di Jawa Timur mengenal lebih dekat INOVASI dan upaya peningkatan mutu pendidikan