INOVASI Latih Fasilitator Muhammadiyah

Pada bulan September 2018, INOVASI menandatangani perjanjian kerja sama dengan menandatangani perjanjian kerja sama dengan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Muhammadiyah. Ini merupakan suatu bentuk kemitraan baru yang dilakukan dalam rangka memperkuat mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam hal meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa jenjang pendidikan dasar.

Di Jawa Timur, INOVASI bekerja dengan kedua organisasi tersebut. Melalui kemitraan ini, LP Ma’arif NU dan Muhammadiyah akan mendukung penyebaran praktik-praktik baik dari program rintisan yang INOVASI laksanakan, yakni dengan memanfaatkan jaringan sekolah yang ada di bawah masing-masing organisasi, baik itu di tingkat daerah maupun secara nasional. Di tingkat sekolah dasar, Muhammadiyah memiliki banyak sekolah dasar di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sementara LP Ma’arif NU menaungi madrasah di bawah Kementerian Agama. Dukungan kedua organisasi ini tentu memberikan dampak positif dalam memperluas dan melanjutkan praktik-praktik baik dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Pada 9 – 11 Desember 2018, sebanyak 34 Fasilitator Muhammadiyah mengikuti Lokakarya Literasi Dasar Bagi Fasilitator Daerah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Jatim di Malang. Lokakarya ini merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama Program INOVASI dengan Muhammadiyah.

Juprianto, Staf Ahli Pendidikan dari INOVASI Jawa Timur menjelaskan bahwa lokakarya yang diselenggarakan selama 3 hari ini diikuti oleh 43 guru, 35 guru di antaranya merupakan perwakilan guru dari sekolah dasar yang berada di bawah perserikatan Muhammadiyah Jatim, dan sisanya merupakan Fasilitator Daerah dari Kecamatan Sukapura Probolinggo. Peserta lokakarya dari Muhammadiyah sendiri berasal dari Kabupaten Jember, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Sidoarjo. Sementara 8 peserta lainnya merupakan fasilitator daerah INOVASI dari Kabupaten Probolinggo.

“Lokakarya literasi dasar ini diperuntukan bagi para guru kelas awal, yakni guru kelas 1-3 SD dan MI. Harapannya dengan mengikuti kegiatan lokakarya ini, para fasilitator Muhammadiyah dapat mengembangkan keterampilan literasi di kelasnya maupun kepada guru lainnya,” kata Jupri.

Lebih lanjut menurutnya, para peserta diberikan materi tentang persiapan pengembangan pola pikir, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), pengelolahan kelas, memahami kompetensi dasar, apa dan mengapa literasi, pembuatan buku besar (big book), kesadaran fonologis, membaca kata, membaca lancar, membaca pemahaman, dan keterampilan menulis.

Selama mengikuti lokakarya, banyak kesan dan pengalaman baru yang dirasakan para peserta dalam memahami dan menerapkan metode literasi yang lebih efektif dan menyenangkan. Ahmad Samaji, guru SDN Ngadisari 2 Kabupaten Probolinggo mengakui lokakarya literasi dari INOVASI telah membuka pemahamannya tentang bagaimana cara belajar membaca yang cepat dan menyenangkan bagi siswa kelas 1 SD, dengan metode pembuatan buku besar.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, metode buku besar ini merupakan metode yang sangat efektif dan menyenangkan dalam belajar membaca, karena siswa diajak untuk fokus sehingga lebih cepat memahami dan menghafal,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Dani Prastiani, guru dari SD Muhammadiyah 1 Jember. Menurutnya, materi fonologi ternyata sangat efektif agar siswa dengan cepat menghafal dan memahami huruf, sehingga akan lebih cepat pula untuk belajar membacanya.

Enik Chairul Umah, Wakil Ketua PWM Jatim mengungkapkan tindaklanjut dari kegiatan lokakarya ini, dia mengharapkan seluruh guru dan kepala sekolah yang terlibat adalam pelatihan wajib menerapkannya di sekolah masing-masing. Dia juga akan menyiapkan strategi untuk melatih/diseminasi ke guru kelas awal di sekolah sasaran dalam KKG FGM (KKG Forum Guru Muhammadiyah) di masing-masing kabupaten.

INOVASI Latih Fasilitator Muhammadiyah