Guru di Dompu kembangkan gagasan solusi pembelajaran yang sederhana dan kreatif

Keterampilan mengajar berkualitas tinggi adalah suatu keharusan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kelas. Selain itu, penting bagi guru untuk dapat mengidentifikasi dan menjawab kebutuhan belajar siswa. Di INOVASI, guru sering diminta untuk merefleksikan apa yang membuat pendidik yang baik. Apakah cukup hanya memberikan sebuah pelajaran? Apa lagi yang diperlukan untuk memastikan bahwa siswa belajar? Di Dompu, salah satu dari enam kabupaten mitra INOVASI di NTB, para guru dan kepala sekolah telah terlibat dalam sebuah uji coba yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas pengajaran dan pembelajaran mereka. Dengan menggunakan pendekatan ‘solusi lokal untuk masalah-masalah lokal’, program rintisan Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, dan Kontekstual) sekarang sedang berjalan, mendukung para guru untuk mengembangkan dan menguji solusi untuk masalah pembelajaran yang mereka hadapi di kelas.

Kurang lebih 32 guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan Kabupaten Dompu turut serta berlatih lima komponen penting peningkatan pembelajaran secara bertahap yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten, bekerja sama dengan INOVASI. Pelatihan lima komponen penting ini merupakan bagian dari rangkaian program rintisan Guru BAIK.

Setelah mengikuti pelatihan komponen pertama dan kedua pada bulan Juli dan awal Agustus lalu, para peserta melanjutkan komitmennya dengan mengikuti pelatihan komponen Guru BAIK yang ketiga, yaitu pengembangan gagasan solusi pembelajaran. Pelatihan komponen ketiga ini digelar pada tanggal 12 dan 13 Agustus 2018 di SDN 2 Pajo dan dibuka oleh Hikmah, SPd, Kepala Kantor Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (KUPTD) Kecamatan Pajo.

Melalui pelatihan yang difasilitasi oleh fasilitator daerah (fasda) dan Fasilitator Kabupaten INOVASI di Dompu, para peserta diajak melakukan refleksi proses dan hasil belajar yang selama ini sudah diimplementasikan. Berangkat dari refleksi, para guru, kepala sekolah, dan pengawas melakukan pengembangan skenario dan sumber pembelajaran.

Menariknya, beragam bahan yang sederhana dan kreatif muncul sebagai ide media pembelajaran. Para guru dari SDN 2 Pajo, Kartini dan Halifah, berbagi pengalamannya dalam memanfaatkan biji-bijian sebagai media hitung yang dibentuk angka guna menarik perhatian siswa dalam belajar berhitung. Selain itu, gambar huruf dari bahan kertas bekas dan gambar aktivitas olahraga dimanfaatkan sebagai pendukung peningkatan kemampuan literasi, khususnya dengan membawa tema menjaga kesehatan tubuh. Media ini diakui efektif mengatasi kesulitan siswa dalam mengenal huruf.

Para peserta juga diajak memahami komponen pada skenario pembelajaran; fokus tindakan di kelas, fokus kesulitan belajar siswa dan penyebab utamanya, tujuan dan sumber pembelajaran, serta jadwal rangkaian kegiatan pembelajaran. Komponen skenario diharapkan memudahkan guru dalam merencanakan dan menjalankan proses pembelajaran literasi dan numerasi di kelas. Untuk mendukung pengembangan skenario ini, fasilitator membekali peserta dengan menitikberatkan pada konteks lokal: tanah, kulit kerang, pasir putih, biji-bijian, dedaunan, ranting, lidi, kerikil, sedotan air minum, kelereng, uang mainan, dan gagang es krim.

Salah satu peserta, Asmah, mengatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat khususnya untuk mengetahui sejauh mana ketepatan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang sudah dan akan digunakan. “Kegiatan seperti ini membuat kami, para guru, sadar akan pentingnya mengevaluasi kembali media pembelajaran dan metode pembelajaran yang telah digunakan untuk bisa lebih mengembangkan diri lagi.”

Dua komponen Guru BAIK selanjutnya akan meliputi komponen keempat, komponen pengembangan asesmen pembelajaran, serta komponen kelima, komponen analisis dan refleksi proses dan hasil.

Guru di Dompu kembangkan gagasan solusi pembelajaran yang sederhana dan kreatif