Guru belajar strategi penilaian dan pembelajaran yang efektif di Dompu

Di Dompu, salah satu dari enam kabupaten mitra INOVASI di NTB, para guru dan kepala sekolah telah terlibat dalam sebuah uji coba yang bertujuan untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas pengajaran dan pembelajaran mereka. Dengan menggunakan pendekatan ‘solusi lokal untuk masalah-masalah lokal’, program rintisan Guru BAIK (Belajar, Aspiratif, Inklusif, dan Kontekstual) sekarang sedang berjalan, mendukung para guru untuk mengembangkan dan menguji solusi untuk masalah pembelajaran yang mereka hadapi di kelas.

Pada tanggal 3-4 September 2018, sebanyak 32 guru Sekolah Dasar di Kecamatan Pajo mengikuti lokakarya terakhir dari rangkaian lokakarya Guru BAIK, yang berfokus pada pengembangan strategi penilaian pembelajaran, dan analisis dan refleksi dari proses dan hasil. Topik-topik ini merupakan komponen keempat dan kelima Guru BAIK.

Lokakarya ini merupakan yang lokakarya terakhir dalam rangkaian program rintisan Guru BAIK, yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dan keterampilan literasi dan numerasi siswa kelas awal di Dompu. Kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal salah satunya ditentukan oleh kemampuan guru dalam membawakan proses pembelajaran di kelas. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, tenaga pendidik perlu memahami betul kriteria, kemampuan, dan tantangan yang dimiliki dan dihadapi peserta belajar. Untuk memahaminya, guru harus melakukan asesmen baik terhadap skenario pembelajaran di kelas, proses pembelajaran itu sendiri, maupun hasil belajar siswa, untuk menentukan metode pembelajaran dan materi yang tepat sasaran.

Kegiatan yang digelar di SDN 11 Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu ini difasilitasi oleh fasilitator daerah (fasda) yang sudah diseleksi dan dilatih oleh pihak INOVASI. Melalui lokakarya ini, para peserta berlatih mengenali dan memahami pentingnya penilaian untuk mencermati perkembangan, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi siswa. Penilaian merupakan kunci dalam menyusun skenario pembelajaran yang sesuai dengan keadaan siswa, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam praktiknya, peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan membahas studi kasus untuk menggali perbedaan antara guru yang melakukan penilaian dan tidak. Teridentifikasi bahwa guru yang melakukan penilaian dapat dengan mudah mengetahui perkembangan belajar siswa yang dijadikan bekal menentukan bahan tindak lanjut dan perbaikan yang tepat.

Sebaliknya, guru yang tidak melakukan penilaian, akhirnya menyusun RPP tanpa dasar yang jelas sehingga tidak dapat menyelesaikan masalah dan mengembangkan kemampuan siswa dengan tepat dan efektif.

Penilaian yang meliputi penilaian proses dan penilaian hasil akan disempurnakan dengan refleksi dan analisis untuk mengevaluasi dan menentukan perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Hasil dari rangkaian proses ini dituangkan dalam Rencana Kegiatan Tindak Lanjut.

Perwakilan Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Supriyadi, M.Pd selaku pengawas pendidikan Kecamatan Pajo menyampaikan apresiasi dan harapannya pada saat penutupan kegiatan. “Dinas berharap dan akan berusaha dapat terus melanjutkan kegiatan ini di lingkup gugus lain dan KKG,” ungkap Supriyadi.

Baca cerita lokakarya komponen satu dan dua di sini.

Baca cerita lokakarya komponen tiga (pengembangan gagasan solusi pembelajaran) di sini.

Guru belajar strategi penilaian dan pembelajaran yang efektif di Dompu