Infografik: Buku Bacaan untuk Siswa Kelas Awal – Kalimantan Utara

Tags: belajarguruindonesiainovasiinovasi pendidikanliterasimuridnumerasipembelajaranpendidikanpendidikan inklusifsekolahsiswa

Hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016, menunjukkan 46,83% pelajar kelas 4 SD tergolong kurang mampu membaca. AKSI juga menemukan masalah utama dalam meningkatkan nilai rata-rata kemampuan membaca siswa kelas 4 SD di Kalimantan Utara (Kaltara) berada dua poin di bawah nilai rata-rata nasional. Pendalaman hasil AKSI di Kaltara yang dilakukan INOVASI melalui kegiatan RPSA menemukan bahwa salah satu masalah utama meningkatkan keterampilan membaca anak adalah ketiadaan buku bacaan yang menarik. RPSA merekomendasikan perlunya penyediaan buku menarik dan waktu membaca dengan bimbingan guru. Rekomendasi RPSA diperkuat hasil SIPPI yang menemukan 85% siswa kelas awal suka membaca buku. Namun, sebagian besar menyatakan bahwa buku yang dibaca adalah buku pelajaran, dan hanya sebagian kecil membaca buku cerita dan buku lainnya.

Di Kalimantan Utara, implementasi program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) – yang berlangsung di Kabupaten Bulungan dan Malinau, memiliki tiga fokus utama dalam meningkatkan kemampuan literasi di kelas awal. Pertama adalah mengembangkan kompetensi guru; kedua adalah membudayakan membaca; dan ketiga adalah memberikan layanan khusus kepada anak yang lamban belajar.

Studi ketersediaan dan akses terhadap buku bacaan yang relevan bagi siswa kelas awal ini dilakukan berdasarkan temuan RPSA, SIPPI tentang minat baca siswa, dan juga berdasarkan Temuan Awal Program (Baseline).

Infografik: Buku Bacaan untuk Siswa Kelas Awal – Kalimantan Utara