Lombok Utara

Program rintisan: Gema Literasi
search-Image

Dalam kemitraannya dengan INOVASI, Save the Children Indonesia mengimplementasikan program rintisan Gema Literasi di kabupaten Sumbawa dan Lombok Utara di NTB. Pada tahun 2018, lebih dari 200 guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah terlibat. Program rintisan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa kelas 2 SD. Hal ini dilakukan dengan mengukur seberapa baik siswa mengembangkan kompetensi membaca dasar, dan melatih guru untuk membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam hal kegiatan membaca. Alat-alat  bantu yang  dimanfaatkan  untuk  meningkatkan   minat baca siswa meliputi permainan, lagu, dan berbagai cerita. Program rintisan ini juga berusaha untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembelajaran literasi dengan cara penyediaan buku-buku dan perpustakaan, serta mensponsori berbagai tempat untuk membaca dan kegiatan belajar lainnya.

Program rintisan: Literasi dasar di kelas awal (PELITA)
search-Image

Program rintisan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas awal dalam bidang literasi dengan meningkatkan pemahaman guru tentang isi kurikulum, khususnya tahap awal perkembangan literasi. Program rintisan ini juga berusaha meningkatkan kemampuan para guru untuk menggunakan proses-proses penting untuk pengembangan literasi, seperti penilaian formatif, dan menerapkan rangkaian kegiatan dan sumber daya pengajaran yang paling efektif ke dalam konteks kelas mereka. Karena gempa bumi pada Agustus 2018 yang mempengaruhi beberapa sekolah mitra INOVASI di Lombok Utara, pilot mengalami perubahan dan sekarang akan fokus pada sekolah tanggap darurat.

Program rintisan: Guru BAIK
search-Image

Program  rintisan  Guru  BAIK  (Belajar, Aspiratif, lnklusif, Kontekstual) memberikan dukungan kepada  guru agar mampu mengusulkan, mengembangkan  dan  menguji   berbagai   solusi untuk mengatasi tantangan-tantangan pembelajaran yang mereka hadapi di ruang kelas. Melalui serangkaian  lokakarya dan kegiatan mentoring di sekolah, para guru memperoleh dukungan  untuk menemukan  sendiri tantangan-tantangan pembelajaran yang dihadapi siswanya di ruang kelas. Kemudian mampu mengembangkan, menguji,   meninjau kembali dan melakukan iterasi berbagai solusi yang berbeda-beda untuk mengatasi tantangan tersebut. Setelah melalui berbagai proses, guru pun mampu melakukan refleksi diri, meningkatkan   kompetensi dan kepercayaan  diri mereka dalam menyampaikan materi sesuai kurikulum, dan menggunakan teknik-teknik penilaian ruang kelas dan memecahkan tantangan pembelajaran di kelasnya.

Guru BAIK merupakan program rintisan INOVASI yang pertama dan berlangsung pada bulan Januari-Mei 2017 di 25 sekolah dasar (50 guru) yang ada di Lombok Utara.

Di Mana Kami Bekerja