INOVASI dan Pemkab Sumba Timur Rayakan Hari Guru Nasional

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), program kemitraan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia, mengadakan kegiatan Peringatan Hari Guru Nasional Sumba Timur (HGN-ST) pada tanggal 30 November – 1 Desember 2018. Kegiatan ini mengangkat tema “Upaya Meningkatkan Kapasitas Guru di Sumba Timur melalui Pengembangan Literasi Berbasis KKG.”

Kegiatan Peringatan Hari Guru Nasional ini ditandai dengan rapat Forum Peduli Pendidikan Sumba Timur (FPPST) sekaligus Pembukaan Gelar Karya dan Kompetisi Literasi di Gedung Nasional, Waingapu, Sumba Timur. Rapat FPPST dihadiri tidak kurang dari 50 peserta yang terdiri dari para pemangku kepentingan dan pihak-pihak lainnya yang terlibat dan aktif dalam kegiatan dunia pendidikan di Sumba Timur.  Rapat FPPST membahas hasil kinerja INOVASI selama satu tahun di Sumba serta mengevaluasi pilihan-pilihan kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Sumba Timur dalam rangka mendukung INOVASI selama satu tahun terakhir. Rapat FPPST ini dibuka oleh Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si.

Acara selanjutnya adalah Kegiatan Pameran dan Kompetisi Literasi se-Sumba Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 23 KKG Komunitas yang tersebar di 22 kecamatan di Sumba Timur. Kegiatan bertujuan untuk memberikan ruang refleksi bersama untuk seluruh fasilitator daerah INOVASI di Sumba Timur, serta mengumpulkan cerita-cerita tentang   perubahan-perubahan yang terjadi di masing-masing KKG Komunitas. Implementasi program literasi yang telah terkelola bersama antara Pemda Sumba Timur dan INOVASI akan nampak dalam hiasan-hiasan literat di booth masing-masing peserta. Peserta kegiatan juga akan menyertakan hasil kreasi Big Book yang selama ini dikenal sebagai media bantu pembelajaran aktif di kelas.

Pada tanggal 1 Desember 2018, akan dilaksanakan talkshow yang menghadirkan guru-guru kelas awal se-Sumba Timur, fasilitator daerah—baik yang didanai oleh APBD ataupun oleh INOVASI, perwakilan komite pendidikan serta perwakilan kepala sekolah se-Sumba Timur yang mewakili masing-masing KKG Komunitas. Selain mereka, turut pula diundang mitra pembangunan pemerintah yang diharapkan dapat melihat, mengetahui, dan memberikan dukungan yang nyata atas program literasi di Sumba Timur.

Pemerintah Sumba Timur cukup berkomitmen dalam melakukan replikasi pada kegiatan pelatihan yang diimplementasikan INOVASI. Salah satunya adalah melaksanakan perluasan implementasi Pelatihan Pembelajaran Literasi Dasar di 23 KKG Komunitasnya.

Yusuf Waluwanja, Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur, menegaskan mengapa program rintisan INOVASI tersebut langsung diimplementasikan tanpa menunggu rintisan selesai dan dilakukan evaluasi. Menurutnya, banyak fakta yang ia temui kala melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah. Di Sumba Timur, guru-guru di kelas awal acap kali mengajar tanpa perencanaan atau skenario yang jelas. Hal berbeda Yusuf temui saat mengunjungi tiga sekolah di kecamatan Haharu yang pada semester 2018 menjadi lokasi implementasi program pra-rintisan Pendidikan Multi Bahasa Berbasis Bahasa Ibu (PMB-BBI) INOVASI. “Guru-guru di Haharu mempunyai sebuah semangat dan motivasi yang tidak saya temukan saat sidak di wilayah lain di Sumba Timur.”

PMB-BBI yang dilaksanakan di Sumba Timur memberikan kesempatan bagi guru untuk berkembang. “Proses PDIA yang diajarkan INOVASI ternyata mampu mengubah sikap dan motivasi guru di SD Inpres Wunga, SD Masehi Kadahang dan SD Kapunduk,” ujar Arie Rambu Ngguna, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Sumba Timur.

Hironimus Sugi, Provincial Manager INOVASI Nusa Tenggara Timur menuturkan bagaimana pola pembelajaran yang diberikan INOVASI sebetulnya menjadi pengungkit utama munculnya motivasi dan keinginan kuat bagi guru-guru di Haharu berubah menjadi lebih baik. “Budaya Sumba yang kuat dan mengakar sebetulnya sebuah problem besar yang harus dipecahkan bersama-sama. Mengubah stigma bahwa karena budaya yang mengakar tersebut memunculkan kemiskinan harus dirubah. Dan salah satu caranya adalah menggunakan budaya yang telah ada sebagai pengantar dalam proses pendidikan. Program rintisan PMB-BBI yang telah dilaksanakan oleh INOVASI pada semester awal 2018 di Sumba Timur memberikan bukti nyata bahwa ketertinggalan itu bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi harus dilawan dengan kreativitas,” tuturnya.

Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumba Timur yang cukup aktif dalam melakukan supervisi dan monitoring perkembangan program INOVASI mengatakan bahwa hasil studi yang telah dilakukan oleh INOVASI dan berujung pada rekomendasi sebuah bentuk pelatihan literasi ataupun PMB-BBI dirasakan sendiri betul manfaatnya oleh guru-guru dan siswa di Sumba Timur. “Ini menjadi semacam jawaban atas permasalahan yang selama ini kami hadapi di dunia pendidikan Sumba, khususnya Sumba Timur.”

Hasil Survei Inovasi Pendidikan Pembelajaran Indonesia[1] (SIPPI) yang dilakukan sepanjang semester pertama 2018 memperlihatkan bahwa kemampuan literasi siswa kelas awal merupakan masalah utama yang harus dipecahkan di Sumba. Tanpa kemampuan yang baik dalam literasi, kualitas siswa yang rendah sangat mungkin terjadi hingga jenjang yang lebih tinggi. Masalah ini menjadi salah satu alasan mengapa INOVASI mengimplementasikan pelatihan pembelajaran literasi dasar bagi guru-guru kelas awal di empat kabupaten di Pulau Sumba yang dimulai serentak pada Agustus 2018.

 

 

[1] Survei ini melibatkan 2.182 siswa kelas awal (kelas 1 – 3) yang dipilih acak dari 78 sekolah dasar di Sumba. Pengambilan data dilakukan pada Februari hingga Agustus 2018 di seluruh Sumba. Responden SIPPI adalah para guru kelas 1-3 di Sumba Barat Daya dan guru kelas 1-6 di Sumba Barat. Responden 189 Guru Kelas 1-3 (Sumba Barat Daya) dan Guru Kelas 1-6 (Sumba Barat) di 44 Sekolah Dasar.

INOVASI dan Pemkab Sumba Timur Rayakan Hari Guru Nasional